Jawa Pos Radar Madiun - Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) kian melekat erat dalam menunjang aktivitas industri kreatif dan produktivitas harian masyarakat.
Kemudahan akses melalui gawai pintar memicu lonjakan kreasi konten visual digital secara masif yang menempatkan populasi netizen tanah air di posisi terdepan regional.
Indonesia resmi dinobatkan sebagai negara paling kreatif dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial berbasis Gemini di kawasan Asia Tenggara.
Predikat tersebut diraih setelah pengguna dari tanah air tercatat mampu menghasilkan hampir sembilan juta produksi gambar kustom setiap harinya untuk mewujudkan berbagai ide.
Fakta menarik tersebut diungkap dalam laporan perdana bertajuk Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dipaparkan secara daring oleh pihak Google pada hari Selasa (14/7).
Riset komprehensif ini mengulas secara mendalam mengenai pola adopsi serta pemanfaatan aplikasi Gemini di enam negara dengan basis pengguna terbesar di kawasan.
"Di Indonesia, satu dari setiap tiga prompt (perintah) bersifat murni kreatif. Masyarakat Indonesia menghasilkan sembilan juta gambar kustom setiap hari untuk mewujudkan ide-ide mereka, jumlah terbanyak di kawasan ini," ujar Vice President, Southeast Asia and South Asia Frontier Google Sapna Chadha.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Terjadi Agustus 2027: Makkah Gelap Gulita 5 Menit
Faktor Dominasi Perangkat Seluler dan Fitur Input Multimodal
Karakteristik mobilitas masyarakat yang tinggi menjadi stimulus utama dalam proses penciptaan karya seni digital secara instan di ruang publik.
Pihak Google menyebutkan bahwa tingginya angka kreativitas visual masyarakat Indonesia didorong oleh faktor tingginya penggunaan perangkat komunikasi seluler.
Berdasarkan data statistik, sebanyak 82 persen dari total keseluruhan perintah prompt Gemini di Indonesia dioperasikan langsung dari gawai mobile.
Keunikan lain yang ditemukan di lapangan adalah pergeseran perilaku pengguna yang kini mulai terbiasa menggunakan metode perintah masukan multimodal.
Satu dari dua perintah yang diajukan oleh pengguna terbukti sudah melibatkan kombinasi masukan berupa rekaman suara langsung atau unggahan foto.
"Hal unik lainnya dari Indonesia adalah cara mereka memberikan prompt. Sebanyak 82 persen prompt Gemini di Indonesia berasal dari perangkat seluler. Selain itu, hampir separuhnya menggunakan input suara atau gambar untuk menuangkan ide saat sedang bepergian," kata Sapna.
Baca Juga: Bursa Transfer Persija di Super League: Resmi Boyong Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka
Catatan Pertumbuhan Skala Regional dan Pemanfaatan Model Nano Banana
Ekosistem digital di kawasan lingkar pasifik barat kian bergairah seiring dengan hadirnya generator komposer musik canggih dari pabrikan.
Secara makro regional, laporan berkala tersebut mencatat sekitar 40 persen kueri yang diajukan oleh pengguna di Asia Tenggara bertujuan untuk melahirkan sebuah karya baru. Ragam produk kreatif yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan ini meliputi berkas gambar, aransemen musik, video, hingga dokumen resmi.
Dalam kurun waktu setahun terakhir, para pengguna di kawasan ini telah memproduksi hingga total lima miliar gambar menggunakan model pembuat gambar Nano Banana.
Tidak hanya visual, hampir satu juta karya lagu baru juga telah tercipta sejak Google memperkenalkan Lyria 3 sebagai model pembuat musik.
Tingkat adopsi operasional teknologi canggih ini diproyeksikan akan terus meroket tajam dalam beberapa periode pelaporan ke depan. Jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di kawasan regional bahkan melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat, disokong oleh dominasi populasi usia muda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani