Jawa Pos Radar Madiun - Kebangkitan lini produk legendaris di industri otomotif global selalu berhasil memikat perhatian para antusias roda dua.
Pembaruan teknologi pada sektor emisi dan efisiensi mekanis menjadi kunci penting bagi pabrikan untuk menghidupkan kembali mahakarya masa lalu tanpa kehilangan jati diri orisinalnya.
Nama ‘Super Four’ pada jajaran motor Honda dikenal memiliki ciri khas mesin 4 silinder yang bertenaga. Setelah lama dinanti, Honda akhirnya resmi menghadirkan motor Super Four terbaru, yaitu CB400 Super Four E-Clutch, yang muncul pertama kali di pasar domestik Jepang.
Melansir laporan Greatbiker pada Rabu (15/7), ini merupakan kemunculan pertama motor keluarga Super Four sejak tahun 2022 silam.
Lini motor legendaris ini sempat disuntik mati oleh pabrikan lantaran terganjal regulasi ambang batas emisi gas buang yang tidak memenuhi standar terbaru.
Honda CB400 Super Four E-Clutch tetap mempertahankan konsep desain Naked Sport yang ikonik dengan garis bodi orisinal keluarga CB Series.
Karakter lampu depan berbentuk bulat tetap dipertahankan, namun kini telah ditingkatkan menggunakan teknologi full LED guna menyajikan visibilitas optimal sekaligus kesan mewah.
Baca Juga: Efisiensi Perusahaan, PT GFT Indonesia Investment Ngawi PHK 97 Pekerja
Evolusi Struktural Monoshock dan Ketangguhan Sasis
Modifikasi pada sektor peredam kejut bagian belakang memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas berkendara dan estetika modern.
Secara proporsi bodi keseluruhan, motor gres ini sekilas sangat mirip dengan generasi pendahulunya.
Kendati demikian, Honda menyematkan sejumlah pembaruan estetika dan struktural yang cukup radikal pada bagian kaki-kaki kendaraan.
Perubahan paling mencolok terlihat pada penggunaan suspensi jenis monoshock di bagian belakang, menggantikan model suspensi ganda konvensional yang selama ini menjadi ciri khas estetika Super Four lama.
Langkah berani ini diklaim mampu memberikan tingkat kestabilan berkendara yang lebih baik saat bermanuver.
Urusan dimensi, motor ini memiliki panjang 2.110 mm, lebar 770 mm, tinggi 1.085 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) 1.405 mm.
Sementara tinggi jok ke tanah didesain setinggi 780 mm yang dinilai sangat ergonomis dengan postur tubuh pengendara di kawasan Asia.
Kekuatan struktural motor ditopang oleh rangka jenis Steel Diamond Frame yang dikawinkan dengan lengan ayun (swingarm) berbahan aluminium ringan.
Kombinasi material ini menghasilkan keseimbangan sempurna antara kekuatan struktur, stabilitas kecepatan tinggi, serta kelincahan kontrol kemudi.
Baca Juga: Lestarikan Tradisi Kebudayaan Jawa, Pemerintah Desa Sidokerto Gelar Bersih Dusun Samben
Sematan Fitur Pintar dan Sensasi Transmisi Elektronik Otomatis
Penerapan teknologi manajemen mesin terkini memberikan kemudahan operasional tanpa menghilangkan sensasi berkendara manual seutuhnya.
Menyasar segmen premium, Honda membekali moge ini dengan fitur elektronik modern.
Mulai dari sistem katup gas Throttle-by-Wire, empat opsi mode berkendara, panel instrumen layar TFT full warna, hingga fasilitas konektivitas gawai pintar melalui aplikasi Honda RoadSync.
Sektor dapur pacu menjadi daya tarik utama dengan konfigurasi mesin 399cc, DOHC, 4 silinder segaris (Inline Four) berpendingin cairan.
Jantung mekanis berperforma tinggi tersebut diklaim mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 58 PS serta capaian torsi puncak menyentuh angka 38 Nm.
Sesuai nama yang disandangnya, motor sport ini mengadopsi sistem transmisi elektronik E-Clutch yang cerdas.
Mekanisme canggih ini mengotomatisasi pengoperasian kopling secara elektronik, sehingga pengendara dapat melakukan perpindahan gigi naik-turun maupun berhenti-berjalan tanpa perlu menarik tuas kopling di stang.
Meski demikian, sistem cerdas ini tidak menghilangkan sensasi berkendara manual sepenuhnya karena pengendara tetap diberi kebebasan jika ingin mengoperasikan tuas kopling secara manual kapan saja.
Hingga berita ini diturunkan, Honda belum merilis harga resmi unit CB400 Super Four E-Clutch untuk pasar Jepang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani