Lotus Ubah Haluan! Emira yang Sempat Diprediksi Jadi Mobil Bensin Terakhir Kini Masuk Era Hybrid

Tim Content Writer Radar Madiun • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 09:00 WIB
Once expected to be Lotus’ final petrol-powered model, the Emira is now set to continue into the carmaker’s hybrid era. (cna Luxury)
Once expected to be Lotus’ final petrol-powered model, the Emira is now set to continue into the carmaker’s hybrid era. (cna Luxury)

Jawa Pos Radar Madiun - Keputusan besar terkadang lahir ketika kenyataan di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.

Hal itulah yang kini dialami Lotus. Merek mobil sport asal Inggris tersebut sebelumnya bersiap mengakhiri era mesin bensin melalui Lotus Emira.

Namun, perubahan kondisi pasar kendaraan listrik membuat perusahaan memilih arah baru.

Alih-alih mengucapkan selamat tinggal, Emira justru mendapat kesempatan untuk bertahan lebih lama dengan dukungan teknologi hybrid.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi terbaru Lotus yang mengombinasikan kendaraan listrik murni dan hybrid, sekaligus menandai perubahan besar dalam roadmap elektrifikasi perusahaan.

Lotus Batalkan Target Menjadi Merek Mobil Listrik Sepenuhnya
Strategi Focus 2030 Ubah Arah Perusahaan

Lotus, yang kini berada di bawah kepemilikan grup Geely asal China, resmi mengubah strategi bisnisnya.

Baca Juga: Dubai Chewy Cookie Viral! Begini Resep dan Rahasia Tekstur Kenyal yang Bikin Ketagihan

Jika sebelumnya perusahaan menargetkan seluruh lini produknya menjadi kendaraan listrik pada 2028, kini target tersebut dibatalkan.

Melalui strategi baru bertajuk Focus 2030, Lotus akan mengembangkan portofolio yang terdiri dari mobil hybrid dan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Langkah ini bukan tanpa alasan.

Permintaan kendaraan listrik yang tumbuh lebih lambat dari perkiraan membuat sejumlah produsen otomotif dunia ikut mengevaluasi strategi elektrifikasinya.

Beberapa nama besar seperti Rolls-Royce, Volvo, hingga Lamborghini juga telah merevisi target kendaraan listrik mereka.

Sementara itu, Jaguar tetap melanjutkan rencana menghadirkan mobil listrik generasi barunya melalui Type 01 yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.

Lotus Emira Dipastikan Tetap Berlanjut
Dari Mobil Bensin Terakhir Menjadi Mobil Hybrid

Saat pertama kali diperkenalkan pada 2021, Lotus Emira diposisikan sebagai mobil bermesin bensin terakhir yang diproduksi Lotus.

Mobil sport bermesin tengah ini hadir dengan dua pilihan mesin, yakni mesin 2.0 liter turbo empat silinder dari Mercedes-AMG dan mesin V6 3.5 liter supercharged buatan Toyota.

Baca Juga: Hingga 150 Toko Eks WHSmith Terancam Tutup, Restrukturisasi Disetujui Pengadilan Inggris

Namun, regulasi emisi yang semakin ketat di Eropa membuat Lotus harus mengambil keputusan penting, yakni menghentikan produksi Emira atau mengembangkan teknologi baru agar tetap memenuhi standar lingkungan.

Perusahaan akhirnya memilih opsi kedua.

Lotus memastikan Emira generasi 2027 akan hadir dengan dua pilihan mesin baru, yaitu plug-in hybrid (PHEV) dan versi terbaru mesin V6 yang telah disesuaikan dengan regulasi emisi terbaru.

Dengan langkah tersebut, Emira diproyeksikan tetap dipasarkan hingga melewati akhir dekade ini.

Selain itu, proyek mobil listrik murni berkode Type 135, yang sebelumnya disiapkan sebagai penerus Emira pada 2028, juga mengalami perubahan.

Model tersebut kini dirancang menggunakan mesin V8 hybrid, mengikuti arah strategi baru perusahaan.

Performa Tetap Menjadi Daya Tarik Utama
Mesin AMG Masih Menawarkan Sensasi Berkendara

Varian yang diuji dalam ulasan adalah Emira 2.0 Turbo First Edition.

Mobil ini mengusung mesin turbo empat silinder Mercedes-AMG yang menghasilkan tenaga 400 hp dan torsi 480 Nm.

Baca Juga: Fenomena Bediding Kembali Melanda Jatim, Ini 5 Wilayah dengan Suhu Paling Rendah

Spesifikasi tersebut memungkinkan mobil berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 4,4 detik.

Selain performa tinggi, varian First Edition juga dibekali berbagai fitur premium, antara lain:

Desain Emira sendiri terinspirasi dari hypercar listrik Lotus Evija.

Siluet rendah, bodi berotot, dan saluran udara besar mempertegas karakter mobil sport bermesin tengah tersebut.

Di balik kemudinya, Emira menawarkan pengendalian yang presisi berkat sasis ringan dan distribusi bobot yang seimbang.

Respons setir yang cepat dipadukan dengan karakter suara mesin yang agresif membuat pengalaman berkendara tetap menjadi daya tarik utama mobil ini.

Kabin Lebih Nyaman untuk Penggunaan Harian
Tetap Sporty, Lebih Praktis

Dibandingkan model Lotus terdahulu, Emira menawarkan kabin yang jauh lebih nyaman digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Strawberry Moon 2026 Muncul Akhir Juni, Ini Waktu Terbaik Menyaksikan Fenomena Langit yang Memukau

Interiornya menggunakan material berkualitas dengan sentuhan modern melalui layar infotainment digital dan panel instrumen digital.

Meski demikian, Lotus tetap mempertahankan tombol fisik untuk pengaturan pendingin udara dan audio sehingga lebih mudah dioperasikan saat berkendara.

Mobil ini juga menyediakan sejumlah ruang penyimpanan tambahan di balik kursi serta kompartemen tengah.

Namun, kapasitas bagasinya hanya sekitar 151 liter sehingga lebih cocok untuk membawa satu koper kecil atau tas golf.

Masa Depan Emira Kini Berada di Jalur Hybrid

Perubahan strategi Lotus menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan tidak selalu harus dilakukan sepenuhnya melalui mobil listrik berbasis baterai.

Hybrid kini menjadi solusi yang dianggap lebih realistis untuk menjawab kebutuhan pasar sekaligus memenuhi regulasi emisi.

Dengan keputusan tersebut, Lotus Emira yang sebelumnya diperkirakan menjadi penutup era mesin bensin justru memperoleh babak baru dalam sejarahnya.

Sebagai mobil sport yang menggabungkan performa tinggi, desain khas Lotus, dan teknologi yang terus berkembang, Emira diproyeksikan tetap menjadi salah satu model andalan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : cna.com
Lotus Emira mobil sport kendaraan listrik mobil hybrid