Jawa Pos Radar Madiun - Belum lama meluncurkan jajaran laptop terjangkaunya yang bernama MacBook Neo, Apple dikabarkan sudah mulai sibuk mengembangkan generasi keduanya.
Berdasarkan laporan dari jurnalis Mark Gurman di Bloomberg, raksasa teknologi asal Cupertino tersebut tengah menyiapkan kehadiran MacBook Neo 2.
Generasi terbaru ini dikabarkan akan mengusung chip canggih A19 Pro serta mendapatkan peningkatan kapasitas memori (RAM) yang signifikan.
Meski membawa sejumlah pembaruan perangkat keras, laptop ini disebut akan tetap mempertahankan identitasnya sebagai perangkat dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga: Update Klasemen Piala AFF 2026 Grup A usai Indonesia Bantai Kamboja: Garuda Peringkat 3
Kapasitas RAM 12GB Dukung Fitur AI
Sebagai pengingat, MacBook Neo generasi pertama diluncurkan ke pasaran dengan harga mulai dari 799 dolar AS atau sekitar Rp14,42 juta.
Perangkat versi pertama tersebut dibekali dengan memori terpadu (unified memory) berkapasitas 8GB.
Kapasitas tersebut sejatinya dinilai sudah cukup mumpuni untuk menunjang berbagai kebutuhan komputasi dasar sehari-hari.
Namun, angka 8GB dinilai masih sangat terbatas untuk menjalankan fitur-fitur Apple Intelligence secara maksimal.
Pemrosesan model kecerdasan buatan (AI) secara langsung di dalam perangkat (on-device) memang menuntut ruang kapasitas memori yang lebih besar.
Oleh karena itu, peningkatan RAM menjadi 12GB pada MacBook Neo 2 diyakini akan menjadi solusi jitu untuk mengatasi keterbatasan tersebut.
Berbagai fitur canggih Apple Intelligence seperti alat bantu menulis, pembuatan gambar, hingga peringkasan konten diperkirakan bakal berjalan jauh lebih lancar tanpa harus terus mengandalkan cloud.
Baca Juga: Hasil Janice Tjen di Mubadala DC Open 2026: Bungkam Wakil Slovakia, Melaju ke Babak Kedua
Kompromi GPU Demi Efisiensi Baterai
Dari sektor pengolahan grafis, MacBook Neo 2 dikabarkan hanya akan menggunakan GPU 5-core, sedikit berbeda dengan iPhone 17 Pro yang memakai GPU 6-core.
Perbedaan spesifikasi chip ini sebenarnya bukan strategi yang baru bagi Apple.
Pola serupa pernah diterapkan perusahaan pada era chip A15 Bionic, di mana MacBook Air mendapat GPU 4-core sementara iPhone 13 Pro dibekali GPU 5-core.
Menurut laporan yang sama, daya tahan baterai menjadi pertimbangan utama Apple dalam mengambil keputusan teknis ini.
Laptop yang target utamanya adalah pelajar dan mahasiswa ini dituntut harus mampu menyala menemani aktivitas perkuliahan setidaknya hingga delapan jam.
Pengurangan satu inti GPU dinilai sebagai kompromi teknis yang paling masuk akal demi menjaga efisiensi daya secara keseluruhan.
Menariknya, meski hanya menggunakan GPU 5-core, chip A19 Pro diklaim tetap mampu menawarkan peningkatan performa grafis sekitar 40 persen dibandingkan A18 Pro.
Dengan lonjakan performa tersebut, MacBook Neo 2 diprediksi akan jauh lebih andal untuk pekerjaan kreatif ringan dan penyuntingan video yang sebelumnya kurang optimal di generasi pertama. (naz)
Editor : Mizan Ahsani