Daftar Fitur Mobil Modern yang Jarang Dipakai, Padahal Jadi Alasan Harga Mahal

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Ilustrasi wanita mengemudikan mobil.
Ilustrasi wanita mengemudikan mobil.

Jawa Pos Radar Madiun – Mobil baru berlomba menawarkan teknologi semakin canggih. Namun, sederet fitur mobil modern yang ikut mendongkrak daya tarik bahkan harga kendaraan ternyata belum tentu benar-benar digunakan pemiliknya.

Studi terhadap 1.350 pengendara di Inggris menemukan sebagian pemilik mobil tidak pernah menggunakan fitur yang tersedia. Bahkan, ada yang mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.

Penelitian Censuswide atas permintaan jaringan diler otomotif Inggris Dick Lovett pada musim panas 2026 tersebut menunjukkan fenomena menarik pada adaptive cruise control.

Dilansir Carscoops, Sabtu (22/8), sebanyak 25,9 persen pemilik kendaraan yang mempunyai adaptive cruise control mengaku tidak pernah mengaktifkannya.

Bahkan, tujuh persen tidak mengetahui cara menggunakan teknologi tersebut.

Padahal, adaptive cruise control dirancang untuk membantu pengemudi mempertahankan kecepatan sekaligus menyesuaikan jarak dengan kendaraan di depan.

Baca Juga: Lahan Kering Ancam Tol JNK, Patroli Diperketat Tiap 30 Menit

Daftar Fitur Mobil Paling Dipakai hingga Jarang Dipakai

1. Konektivitas Bluetooth: 58,3%

2. Kamera mundur: 45,7%

3. Navigasi bawaan: 44,5%

4. Kaca depan berpemanas: 41%

5. Kursi berpemanas: 31,9%

6. Pengisian daya ponsel nirkabel: 31,9%

7. Pemantauan titik buta: 29,4%

8. Kamera 360 derajat: 27,8%

9. Mode berkendara: 27,3%

10. Adaptive cruise control: 26,9%

Fenomena serupa ditemukan pada fitur keselamatan mobil lainnya. Hampir 18 persen pengemudi tidak menggunakan lane-keeping assist.

Lebih menarik lagi, 21,3 persen responden memilih mematikan fitur pengereman darurat otomatis.

Salah satu alasannya adalah karakter intervensi teknologi tersebut. Sebagian pengendara menilai sistem bantuan pengemudi terlalu agresif sehingga justru terasa lebih mengganggu daripada membantu.

Tak hanya teknologi keselamatan. Sebanyak 17,8 persen pemilik kendaraan yang mempunyai asisten suara juga tidak menggunakannya.

Nasib serupa dialami augmented reality head-up display. Sebanyak 17,1 persen pemiliknya tidak mengaktifkan fitur tersebut, sedangkan tujuh persen lainnya tidak mengetahui cara mengoperasikannya.

Baca Juga: Reuni Eks Napi di Magetan Berujung Pesta Sabu, 11 Orang Diamankan

Kursi Pijat hingga Remote Start Jarang Digunakan

Berbagai teknologi yang menawarkan kenyamanan ekstra juga belum tentu menjadi kebutuhan utama setelah mobil dibawa pulang.

Hanya 22 persen responden yang memiliki kursi pijat mengaku rutin memakainya. Penggunaan rutin augmented reality head-up display tercatat 22,4 persen, sedangkan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh mencapai 24,5 persen.

Namun, perlu dicatat bahwa fitur-fitur tersebut memang belum tersedia secara luas pada kendaraan responden.

Sebanyak 67,3 persen mobil responden tidak mempunyai kursi pijat. Kemudian, 62 persen tidak dilengkapi fitur menyalakan mesin dari jarak jauh, 60,5 persen tidak mempunyai augmented reality head-up display, serta 57,3 persen belum mendukung pengaturan suhu kabin melalui aplikasi.

Baca Juga: Kemarau Makin Terasa, PMI Jatim Soroti Ancaman Kekeringan Ekstrem

Bluetooth Justru Jadi Favorit

Di tengah banyaknya teknologi canggih, fitur mobil modern yang lebih sederhana justru paling sering dimanfaatkan.

Konektivitas Bluetooth menduduki posisi teratas dengan 58,3 persen responden menggunakannya secara rutin. Berikutnya kamera mundur sebesar 45,7 persen, navigasi bawaan 44,5 persen, dan kaca depan berpemanas 41 persen.

Kursi berpemanas dan pengisian daya ponsel nirkabel sama-sama digunakan secara rutin oleh 31,9 persen responden. Sementara pemantauan titik buta mencapai 29,4 persen dan kamera 360 derajat 27,8 persen.

Adapun mode berkendara digunakan secara rutin oleh 27,3 persen responden. Adaptive cruise control hanya berada di angka 26,9 persen.

Temuan tersebut menunjukkan teknologi yang langsung berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari cenderung lebih sering digunakan dibandingkan fitur dengan pengoperasian lebih kompleks.

Baca Juga: G6G, Trio DJ Perempuan Madiun yang Viral dari Bak Pikap

Usia Pengemudi Ikut Berpengaruh

Ada pula kesenjangan penggunaan teknologi mobil berdasarkan usia.

Bluetooth rutin digunakan oleh 68,5 persen pengemudi berusia 25–34 tahun dan 68,8 persen kelompok 35–44 tahun. Angkanya merosot menjadi 49,7 persen pada pengemudi berusia 55 tahun ke atas.

Perbedaannya semakin terlihat pada pengisian daya nirkabel. Sebanyak 44,4 persen pengendara berusia 35–44 tahun menggunakannya, sedangkan pada kelompok 55 tahun ke atas hanya 20,7 persen.

Fitur menyalakan mesin dari jarak jauh juga digunakan lebih dari seperempat pengemudi berusia di bawah 35 tahun. Persentasenya turun drastis menjadi hanya 5,1 persen pada kelompok usia 55 tahun ke atas.

Sebaliknya, kaca depan berpemanas justru lebih populer di kalangan pengemudi berusia lebih tua. Penggunaannya meningkat dari 27,2 persen pada kelompok 18–24 tahun menjadi hampir 45 persen pada usia 45–54 tahun.

Baca Juga: Buron 11 Bulan, Pencuri Toko Kelontong di Ngawi Dibekuk

Banyak Fitur Belum Tentu Lebih Berguna

Temuan tersebut menjadi catatan menarik di tengah persaingan produsen menghadirkan mobil dengan daftar fitur semakin panjang.

Banyaknya teknologi mobil rupanya tidak otomatis membuat semua teknologi tersebut relevan bagi setiap konsumen. Kemampuan pengemudi memahami cara kerja fitur juga menentukan apakah teknologi itu akhirnya benar-benar digunakan.

Pakar otomotif Dick Lovett Alex Lee menyarankan pemilik kendaraan meluangkan waktu mempelajari teknologi yang sudah tersedia di mobil mereka.

“Seiring mobil menjadi semakin canggih, meluangkan waktu untuk mempelajari kemampuan kendaraan Anda bukan hanya soal mendapatkan manfaat yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman berkendara secara keseluruhan," kata Lee.

Bagi calon pembeli, hasil penelitian tersebut juga bisa menjadi pertimbangan. Alih-alih hanya terpikat daftar fitur panjang, teknologi yang benar-benar sesuai kebutuhan sehari-hari mungkin justru lebih penting saat memilih kendaraan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
fitur mobil canggih fitur mobil adaptive cruise control Harga Mobil