DPRD Ponorogo Tagih Transparansi PAD Konser di Stadion Batoro Katong

Jawa Pos Radar Madiun – Pemanfaatan Stadion Batoro Katong untuk konser kembali mendapat sorotan DPRD Ponorogo.
Kali ini, dewan menagih transparansi pendapatan yang masuk ke kas daerah dari penyelenggaraan event tersebut.
Komisi D DPRD Ponorogo berencana meminta laporan dari dinas terkait untuk memastikan penerimaan daerah sesuai dengan realisasi kegiatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah skema setoran 10 persen dari penjualan tiket konser.
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Riyanto mengatakan, jumlah penonton dapat menjadi salah satu parameter untuk mencocokkan penerimaan yang semestinya masuk ke kas daerah.
‘’Apakah yang dijanjikan 10 persen dari penjualan tiket itu benar-benar transparan? Bisa dilihat dari jumlah penonton dan dianalisis,’’ kata Riyanto, Jumat (4/9).
Menurut dia, pengawasan tersebut bukan untuk mencari kesalahan eksekutif maupun penyelenggara konser.
DPRD Ponorogo ingin memastikan pemanfaatan aset daerah memberikan manfaat optimal, termasuk menghasilkan PAD Ponorogo.
Selain persoalan pendapatan, fungsi utama Stadion Batoro Katong sebagai fasilitas olahraga juga tidak boleh terabaikan.
Penggunaan stadion untuk event nonolahraga harus tetap mempertimbangkan kebutuhan sepak bola dan cabang olahraga lainnya.



