Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pertemuan Senyap Jelang 17 Agustus: Pemimpin Indonesia dan Malaysia Bahas Rencana Penyatuan Dua Negara

Mizan Ahsani • Kamis, 14 Agustus 2025 | 15:46 WIB
Ilustrasi bendera Indonesia dan Malaysia berkibar.
Ilustrasi bendera Indonesia dan Malaysia berkibar.

Jawa Pos Radar Madiun - Lima hari jelang kemerdekaan RI pada 17 Agustus, 80 tahun lalu, sejarah mencatat pertemuan senyap antara tokoh kemerdekaan Indonesia dan Malaya.

Para pemimpin yang duduk satu meja pada 12 Agustus 1945 lalu membahas rencana menyatukan kedua bangsa dalam satu kesatuan, Negara Indonesia Raya.

Pertemuan ini terjadi setelah Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat pulang dari Dalat, Vietnam, usai bertemu Marsekal Terauchi.

Di Dalat, Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus 1945.

Namun, sebelum kembali ke Tanah Air, rombongan singgah di Singapura lalu menuju Taiping, Perak, untuk bertemu Ibrahim Yaacob dan Burhanuddin Al-Helmy, tokoh nasionalis Melayu.

Ibrahim, pendiri Kesatuan Melayu Muda (KMM), sejak lama bercita-cita memerdekakan Malaya dari Inggris dan menggabungkannya dengan Indonesia.

Pada Juli 1945, ia bersama Burhanuddin membentuk Kesatuan Rakyat Indonesia Semenanjung (KRIS) dengan tujuan yang sama.

Kedatangan Soekarno-Hatta disambut meriah aktivis KMM dan KRIS yang mengibarkan bendera merah putih.

Di Perak, Soekarno menyampaikan ajakan, "mari kita ciptakan satu tanah air bagi mereka yang berdarah Indonesia."

Ibrahim membalas dengan tekad, "kami orang Melayu akan setia menciptakan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka."

Meski semangat persatuan menggebu, catatan sejarawan Boon Kheng Cheah menyebut Hatta dan beberapa delegasi menolak gagasan Indonesia Raya.

Dua hari setelah pertemuan, Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945.

Desakan para pemuda membuat Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, lebih cepat dari rencana Jepang.

Alhasil, skenario penyatuan Indonesia-Malaysia kandas.

Ibrahim harus menyusun ulang perjuangan kemerdekaan Malaya yang akhirnya tercapai pada 31 Agustus 1957. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #sejarah #pertemuan #17 agustus #indonesia raya #malaysia #Negara