Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Fisikawan Harvard: Objek Misterius 3I/ATLAS Dekati Tata Surya dengan Cara Tak Wajar

Mizan Ahsani • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:52 WIB
Objek misterius angkasa 3I/ATLAS.
Objek misterius angkasa 3I/ATLAS.

Jawa Pos Radar Madiun - Langit Bumi akan kedatangan tamu misterius dari luar Tata Surya pada 29 Oktober malam (waktu AS), atau 30 Oktober WIB.

Objek bernama 3I/ATLAS itu menjadi sorotan para astronom dunia karena termasuk dalam kategori komet antar-bintang, atau benda langit yang berasal dari luar sistem Matahari.

Fenomena ini disebut langka karena 3I/ATLAS hanya akan melintas sekali sebelum kembali ke ruang antarbintang.

Hal itu menjadikannya kesempatan langka untuk mempelajari materi purba dari bintang jauh.

Asal-Usul Komet Antar-Bintang 3I/ATLAS

Komet ini pertama kali ditemukan pada Juli 2025 oleh para astronom dari Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) di Hawaii.

Dari awal pengamatan, benda langit ini sudah menarik perhatian karena kecepatannya jauh lebih tinggi dibanding komet biasa yang terikat gravitasi Matahari.

Lintasannya berbentuk hiperbolik, menandakan bahwa 3I/ATLAS tidak berasal dari Tata Surya, melainkan dari sistem bintang lain.

Empat observatorium luar angkasa besar kemudian mengonfirmasi statusnya sebagai objek antar-bintang ketiga yang pernah terdeteksi, setelah ‘Oumuamua (2017) dan Borisov (2019).

Astronom Sebut sebagai Fenomena Langka

Menurut para astronom, 3I/ATLAS akan mencapai titik terdekat dengan Matahari pada 29 Oktober 2025 waktu AS atau 30 Oktober WIB.

Momen ini menjadi waktu terbaik untuk mempelajarinya, karena kilau dan aktivitas komet akan meningkat seiring pemanasan permukaannya.

Meskipun melintas di dekat orbit Bumi, NASA memastikan komet ini tidak menimbulkan ancaman tabrakan.

“3I/ATLAS akan tetap berada pada jarak aman dari Bumi,” tulis badan antariksa Amerika Serikat itu dalam pernyataan resminya.

Spekulasi: Komet atau Teknologi Asing?

Fisikawan Avi Loeb menyebut fenomena ini bisa menjadi kunci memahami asal-usul benda antarbintang atau bahkan mendeteksi kemungkinan teknologi canggih dari luar angkasa.

Ia menilai perubahan pola cahaya atau gerak 3I/ATLAS dapat memberi petunjuk apakah benda ini sepenuhnya alami atau buatan.

“Jika memancarkan cahaya tak biasa atau mengubah lintasan dengan cara yang tak bisa dijelaskan gravitasi, kita perlu perhatikan,” ujar Avi Loeb dalam forum Harvard Astronomy Review.

Namun, ilmuwan lain seperti Michio Kaku punya pendapat berbeda. “Bukan alien, komet ini membawa kisah luar biasa tentang bagaimana planet terbentuk di sistem lain,” ujarnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Komet #atlas #Harvard #angkasa #nasa #3I #objek misterius #29 oktober