Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Konflik Iran-Israel Memanas, Bandara Dubai Tutup! Bagaimana Nasib Penerbangan Umrah RI?

Mizan Ahsani • Senin, 2 Maret 2026 | 12:20 WIB

Sejumlah maskapai mengalihkan rute penerbangan internasional mereka dari India untuk menghindari serangan rudal. FOTO: Jawa Pos
Sejumlah maskapai mengalihkan rute penerbangan internasional mereka dari India untuk menghindari serangan rudal. FOTO: Jawa Pos

Jawa Pos Radar Madiun - Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang kian memanas membawa dampak masif terhadap dunia penerbangan internasional.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi, secara resmi mengeluarkan imbauan kewaspadaan tingkat tinggi bagi seluruh maskapai yang memiliki rute dari, menuju, atau melintasi kawasan tersebut.

Kepanikan di sektor penerbangan ini dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah operasi gabungan pada 28 Februari 2026 lalu.

Buntut dari insiden tersebut, sejumlah negara di Timur Tengah melaporkan adanya rentetan serangan, termasuk ledakan di Dubai, Riyadh, dan fasilitas vital lainnya.

Kondisi keamanan yang tidak menentu ini memaksa sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah menutup ruang udara mereka untuk penerbangan komersial.

Bahkan, Bandara Internasional Dubai terpaksa membatalkan ribuan jadwal dan menutup operasionalnya hingga waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga: Dampak Situasi Timur Tengah, Penerbangan Umrah Terganggu: 58 Ribu Jemaah Indonesia Terpantau Aman

Maskapai Asing Ramai-Ramai Batal Terbang

Berdasarkan laporan Kemenhub per Minggu (1/3/2026), belasan maskapai raksasa dunia telah membatalkan dan menghentikan sementara operasional rute Timur Tengah mereka demi keselamatan. Maskapai tersebut di antaranya:

  • Etihad Airways, Qatar Airways, dan Emirates.

  • Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.

  • Indigo Airlines, Srilanka Airlines, serta China Southern Airlines.

Sementara itu, maskapai Ethiopian Airlines masih beroperasi namun memblokir rute menuju Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Baca Juga: Konflik Iran vs AS dan Israel Memanas, Menko AHY Ungkap Sektor yang Rawan Terdampak

Nasib Penerbangan Umrah Garuda dan Lion Air

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya jemaah asal wilayah Madiun dan sekitarnya yang hendak melaksanakan ibadah Umrah, Menhub Dudy membawa kabar yang cukup melegakan.

Dua maskapai nasional yang rutin melintasi ruang udara Timur Tengah, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, dipastikan masih beroperasi dengan aman.

"Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air dengan tujuan Jeddah sejauh ini belum terdampak konflik dan berjalan aman. Namun, untuk rute penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam terpaksa di-reroute (dialihkan) melalui Kairo, Mesir," tegas Dudy.

Baca Juga: Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung, IRGC Siapkan Serangan Balasan Paling Brutal

Instruksi Penanganan Penumpang Terdampak

Merespons potensi pembatalan yang dinamis, Menhub telah menginstruksikan seluruh maskapai dan pengelola bandara di Indonesia untuk bersiaga.

"Kami minta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan maksimal kepada penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan asing sesuai prosedur. Ini termasuk urusan dokumen di area imigrasi, penjadwalan ulang (reschedule), hingga kompensasi akomodasi," imbuhnya.

Kemenhub bersama Airnav Indonesia akan terus memantau pergerakan radar secara real-time guna memastikan aspek keselamatan seluruh warga negara Indonesia di jalur udara tetap menjadi prioritas mutlak. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#batal terbang #2026 #Lion Air #China Southern Airlines #Kemenhub #garuda #Emirates #maskapai #malaysia airlines #iran #penerbangan #IndiGo Airlines #konflik #internasional #etihad airways #qatar airways #umrah #scoot #israel #singapore airlines