Jawa Pos Radar Madiun - Situasi di ibu kota Lebanon semakin mencekam.
Serangan udara yang dilancarkan angkatan udara Israel di pinggiran selatan Beirut pada Minggu (5/4) dilaporkan telah memakan korban jiwa dan luka-luka di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Berdasarkan laporan sumber layanan ambulans Lebanon kepada RIA Novosti, serangan ini menghantam kawasan padat penduduk dan pusat pengungsian.
Dampak Serangan di Lingkungan Jnah dan Roueiss
Rudal-rudal Israel dilaporkan menghantam beberapa gedung hunian bertingkat. Berikut adalah rincian dampak sementara dari serangan tersebut:
-
Korban Jiwa: 4 orang dinyatakan tewas.
-
Korban Luka: Sedikitnya 30 orang mengalami luka-luka.
-
Status Korban: Angka ini bersifat sementara dan diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses evakuasi di reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Update Harga Emas 6 April 2026: Cek Daftar Lengkap Antam vs UBS di Pegadaian
Area Strategis dan Krisis Kemanusiaan
Kawasan Jnah yang menjadi target serangan merupakan wilayah yang sangat sensitif. Di daerah tersebut terdapat Kedutaan Besar China serta lokasi penampungan sementara terbesar di Beirut.
-
Penampungan Pengungsi: Area ini menampung lebih dari 8.000 pengungsi yang melarikan diri dari wilayah Lebanon selatan dan timur.
-
Risiko Tinggi: Serangan di area ini meningkatkan kekhawatiran internasional akan keselamatan warga sipil dan perwakilan diplomatik asing.
Kronologi Eskalasi Konflik (Maret - April 2026)
| Tanggal | Peristiwa Penting |
| 2 Maret | Eskalasi dimulai; Hizbullah melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel. |
| Serangan Balasan | Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon Selatan, Lembah Beqaa, dan Beirut. |
| 16 Maret | Militer Israel secara resmi mengumumkan peluncuran operasi darat di Lebanon Selatan. |
| 5 April | Serangan udara menghantam pemukiman Jnah dan Roueiss di pinggiran Beirut. |
Latar Belakang Ketegangan
Konflik ini merupakan kelanjutan dari ketegangan panjang di kawasan tersebut. Hizbullah menyatakan bahwa serangan roket mereka merupakan respons terhadap aksi militer Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat dalam peta konflik regional yang lebih luas.
Sebaliknya, Israel menegaskan bahwa operasi militer, termasuk operasi darat yang dimulai pertengahan Maret lalu, bertujuan untuk menetralisir ancaman keamanan di perbatasan utara mereka. (naz)
Editor : Mizan Ahsani