JAKARTA - Pergerakan rupiah pagi ini berbalik arah. Setelah sempat tertekan, nilai tukar langsung melonjak dan kembali ke bawah level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Rabu (8/4/2026), rupiah dibuka di posisi Rp16.996 per dolar AS di pasar spot.
Penguatan ini terjadi sejak awal sesi dan langsung mencuri perhatian pelaku pasar.
Baca Juga: Menlu Iran Abbas Araghchi Setuju Gencatan Senjata dengan AS, Asal Serangan ke Negaranya Dihentikan
Rupiah Menguat Tajam, Dolar Global Tertekan
Data Bloomberg mencatat, hingga pukul 09.06 WIB, rupiah menguat 110 poin atau 0,64% ke level Rp16.995 per dolar AS.
Pergerakan ini berbanding terbalik dengan hari sebelumnya.
Pada Selasa (7/4/2026), rupiah masih ditutup melemah 70 poin di level Rp17.105 per dolar AS.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka
Artinya, penguatan hari ini menjadi rebound signifikan dalam waktu singkat.
Di saat yang sama, indeks dolar AS justru turun 0,96% ke level 98,9. Pelemahan dolar ini menjadi faktor utama yang mendorong penguatan rupiah.
Efek Gencatan Senjata Iran
Sentimen global berubah cepat setelah pernyataan Donald Trump terkait gencatan senjata dengan Iran.
Kabar ini langsung menekan dolar AS dan mendorong mata uang lain menguat.
Menurut data TradingView, dolar AS turun ke level terendah dalam sebulan. Kondisi ini mencerminkan meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya menekan pasar.
Mata Uang Global Ikut Menguat
Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang utama dunia juga ikut menguat terhadap dolar AS.
• Yen Jepang naik 0,7% ke level 158,50 per dolar
• Euro menguat 0,7% ke US$ 1,1677
• Pound sterling naik 0,8% ke US$ 1,3403
• Dolar Australia melonjak 1,2% ke US$ 0,7063
• Dolar Selandia Baru naik 1,1% ke US$ 0,5795
Penguatan serentak ini menunjukkan pelemahan dolar terjadi secara luas, bukan hanya di pasar domestik.
Tekanan Dolar Jadi Momentum Rupiah
Penurunan indeks dolar menjadi sinyal perubahan sentimen global. Ketika risiko geopolitik mereda, investor cenderung keluar dari aset safe haven seperti dolar.
Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
Pergerakan hari ini menjadi salah satu lonjakan terbesar rupiah dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menandai respons cepat pasar terhadap dinamika global.
Editor : Ockta Prana Lagawira