JAKARTA - Pasar global langsung bereaksi cepat.
Harga minyak dunia anjlok tajam hanya dalam hitungan jam setelah kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mencuat.
Keputusan ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan penghentian sementara serangan militer selama dua pekan.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka
Langkah tersebut menjadi titik balik dari konflik yang sebelumnya memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Pengumuman itu disampaikan sekitar satu setengah jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan.
Trump menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan dua arah.
Baca Juga: Rupiah Rebound ke Rp16.995, Efek Gencatan Senjata Iran dan AS selama Dua Pekan
Harga Minyak Jatuh Lebih dari 16 Persen
Respons pasar langsung terlihat. Harga minyak dunia mengalami tekanan tajam setelah sentimen geopolitik mereda.
Kontrak berjangka minyak Brent tercatat turun lebih dari 16 persen hingga menyentuh level 90,78 dollar AS per barel.
Sementara itu, minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), juga merosot sekitar 16 persen dan diperdagangkan sedikit di atas 94 dollar AS per barel.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, terutama dari kawasan Timur Tengah.
Pasar Saham Justru Melonjak
Di saat harga minyak tertekan, pasar saham global justru bergerak sebaliknya. Sentimen positif dari meredanya konflik mendorong investor kembali masuk ke pasar.
Baca Juga: Menlu Iran Abbas Araghchi Setuju Gencatan Senjata dengan AS, Asal Serangan ke Negaranya Dihentikan
Kontrak berjangka indeks S&P 500 dan Nasdaq-100 naik sekitar 2 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 900 poin.
Pergerakan ini menunjukkan optimisme pasar terhadap stabilitas geopolitik dalam jangka pendek.
Selat Hormuz Tetap Jadi Perhatian
Meski gencatan senjata diumumkan, risiko di kawasan belum sepenuhnya hilang. Salah satu titik krusial tetap berada di Selat Hormuz.
Baca Juga: Jadwal Indonesia vs Australia Siang Ini, Duel Panas Penentu Grup B AFF Futsal 2026
Jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan akan berdampak langsung pada harga energi global.
Trump menyatakan bahwa penghentian serangan juga bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
Trump Klaim Target Militer Tercapai
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa penghentian serangan dilakukan setelah tujuan militer dinilai telah tercapai.
Ia juga menyebut bahwa proses menuju kesepakatan damai jangka panjang sudah berada di tahap lanjut.
"Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, di mana mereka meminta saya untuk menahan mengirim angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," kata Trump di platform Truth Social.
Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari komunikasi strategis dengan Pakistan dalam meredakan ketegangan kawasan.
Editor : Ockta Prana Lagawira