Jawa Pos Radar Madiun - Redanya tensi ketegangan di Timur Tengah langsung memberikan sentimen positif yang masif pada pasar komoditas energi global.
Harga minyak mentah dunia dilaporkan merosot tajam lebih dari 10 persen pada awal perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026).
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat anjlok sebesar US$ 12,04 (10,66 persen), menekan harga minyak kembali ke level US$ 100,90 per barel.
Penurunan drastis ini mengakhiri relinya pasca-pengumuman krusial dari Presiden AS Donald Trump.
Berikut adalah fakta-fakta di balik anjloknya harga minyak dunia hari ini.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka
Kesepakatan Gencatan Senjata
Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua arah dengan Iran selama dua pekan.
Keputusan ini dicapai hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz (jalur strategis penopang seperlima pasokan minyak dunia).
Klaim AS
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut gencatan senjata ini sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang.
Ia menegaskan persetujuan ini diambil karena AS telah mencapai bahkan melampaui seluruh target militer mereka.
Narasi Kontradiktif Iran
Berbanding terbalik dengan klaim Trump, televisi pemerintah Iran menarasikan bahwa AS-lah yang akhirnya tunduk.
Mereka mengklaim Trump telah menerima syarat yang diajukan Teheran dan menyebut kesepakatan ini sebagai "kemunduran yang memalukan" bagi Amerika Serikat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp 2,9 Juta, Stok Bullion di Butik Jawa-Bali Ludes Diburu!
Terlepas dari adu gengsi narasi politik antara Washington dan Teheran, pembukaan kembali jalur Selat Hormuz jelas menjadi angin segar bagi rantai pasok global.
Pasar kini menaruh optimisme tinggi bahwa kesepakatan damai final bisa benar-benar tercapai dalam kurun waktu dua pekan masa gencatan senjata ini. (*)
Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura