Jawa Pos Radar Madiun - Industri komputer pribadi (PC) rakitan tengah menghadapi tantangan besar di tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru dari peritel Jerman, Mindfactory, penjualan Central Processing Unit (CPU) pada pekan ke-13 tahun ini mencatatkan angka terendah sepanjang sejarah.
Penyebab utamanya adalah lonjakan harga komponen yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga pada sektor CPU, GPU, RAM, hingga media penyimpanan memaksa konsumen untuk menunda pembelian atau melakukan upgrade perangkat mereka.
AMD Mendominasi, Intel Masih Berjuang
Menariknya, di tengah lesunya pasar, peta persaingan antara dua raksasa prosesor menunjukkan ketimpangan yang tajam:
-
AMD: Masih menjadi raja di pasar rakitan dengan pangsa pasar mencapai 89 persen.
-
Intel: Hanya mencatatkan pangsa sedikit di atas 10 persen.
Bahkan, kehadiran lini prosesor terbaru seperti Intel Core Ultra 200S Plus dilaporkan belum mampu mendongkrak minat beli masyarakat secara signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi baru belum cukup untuk menggoda konsumen di tengah tekanan harga.
Baca Juga: Tersesat di Gunung Lawu, Dua Pendaki Perempuan Asal Ngawi Ditemukan Selamat
Konsumen Lebih Memilih Teknologi Lama yang Terjangkau
Ada pergeseran perilaku konsumen yang cukup unik di tahun 2026. Alih-alih mengejar performa tertinggi dari platform terbaru, pengguna kini lebih selektif dan cenderung mencari opsi yang lebih ekonomis:
-
Kompatibilitas DDR4: Prosesor generasi lama, seperti lini AMD Ryzen yang masih mendukung memori DDR4, tetap menjadi primadona.
-
Faktor Harga: Biaya platform terbaru yang mewajibkan penggunaan teknologi DDR5 dinilai terlalu mahal bagi sebagian besar konsumen.
-
Performa Memadai: Bagi banyak pengguna, performa CPU generasi sebelumnya masih dianggap cukup mumpuni untuk kebutuhan harian hingga gaming menengah.
Masa Depan Pasar PC Rakitan
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap PC rakitan sebenarnya belum hilang, namun mereka kini jauh lebih perhitungan.
Konsumen lebih memilih menunggu harga global kembali stabil daripada memaksakan diri membeli komponen di harga puncak.
Perkembangan pasar ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana produsen menyiasati biaya produksi dan distribusi untuk menekan harga jual komponen di pasar global. (naz)
Editor : Mizan Ahsani