Jawa Pos Radar Madiun - Keinginan mengatasi sembelit dengan cara yang dipercaya sebagai pengobatan tradisional justru membawa petaka bagi seorang pria di China.
Alih-alih sembuh, ia harus menjalani operasi darurat setelah seekor belut yang dimasukkan ke dalam anus menembus usus hingga masuk ke rongga perut.
Kasus yang terjadi di Kota Xinghua, Provinsi Jiangsu, China Timur, itu menjadi perhatian karena memperlihatkan risiko besar dari praktik pengobatan yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Dokter bahkan menyebut nyawa pasien sempat berada dalam bahaya akibat potensi infeksi serius di dalam tubuh.
Percaya Pengobatan Tradisional untuk Atasi Sembelit
Peristiwa tersebut terjadi pada 20 Juli 2021. Pria yang mengalami sembelit memasukkan seekor belut sepanjang sekitar 20 sentimeter ke dalam rektumnya melalui anus.
Tindakan itu dilakukan karena ia mempercayai sebuah pengobatan tradisional yang menyebutkan bahwa belut dapat membantu melancarkan buang air besar.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Belut bergerak dari rektum menuju usus besar, kemudian melubangi dinding usus hingga masuk ke rongga perut.
Baca Juga: Strawberry Moon 2026 Muncul Akhir Juni, Ini Waktu Terbaik Menyaksikan Fenomena Langit yang Memukau
Menahan Rasa Sakit karena Malu ke Rumah Sakit
Setelah kejadian itu, pria tersebut mengalami nyeri hebat.
Meski demikian, ia tidak langsung mencari pertolongan medis karena merasa malu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.
Baru setelah menahan rasa sakit selama satu hari, ia akhirnya memutuskan datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Dokter segera melakukan operasi guna mengeluarkan belut yang telah masuk ke rongga perut pasien.
Belut Masih Hidup Saat Operasi
Tim medis mengungkapkan bahwa belut tersebut masih hidup ketika berhasil dikeluarkan dari tubuh pasien melalui tindakan operasi.
Menurut dokter yang menangani kasus tersebut, kondisi pasien sangat berbahaya.
Jika bakteri dari usus besar menyebar ke rongga perut, infeksi berat dapat terjadi dan berpotensi mengancam nyawa.
Bukan Kasus Pertama
Dokter menjelaskan bahwa pasien tersebut bukan satu-satunya orang yang mengalami kejadian serupa akibat mempercayai metode pengobatan tradisional tersebut.
Baca Juga: Nyalip Kendaraan, Pemuda Asal Lamongan Tewas Tabrak Truk di Jalur Ngawi-Mantingan
Sebelumnya, pada Juni 2020, seorang pria berusia 50 tahun di Provinsi Guangdong, China Selatan,
juga memasukkan belut sepanjang sekitar 40 sentimeter ke dalam rektumnya dengan tujuan mengatasi sembelit.
Masih di wilayah Guangdong, pada 2 Juni 2020, tenaga medis juga menangani seorang pria yang ditemukan memiliki seekor ikan mas Afrika di dalam tubuhnya.
Saat diperiksa, pria itu mengaku ikan tersebut "masuk sendiri" ke dalam rektumnya ketika ia tidak sengaja duduk di atasnya.
Dokter Ingatkan Bahaya Pengobatan Tanpa Dasar Medis
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan metode pengobatan yang tidak didukung bukti ilmiah dapat menimbulkan risiko kesehatan yang sangat serius.
Memasukkan benda atau hewan hidup ke dalam rektum berpotensi menyebabkan robekan usus, perdarahan, infeksi berat, hingga komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa.
Karena itu, dokter menyarankan masyarakat segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami sembelit berkepanjangan,
sehingga penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan cara yang aman serta sesuai standar medis. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun