Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mojtaba Khamenei Tak Hadir di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ribuan Warga Padati Teheran

Tim Content Writer Radar Madiun • Senin, 6 Juli 2026 | 12:17 WIB
Aksi Duka Warnai Jalanan Iran (BBC)
Aksi Duka Warnai Jalanan Iran (BBC)

Jawa Pos Radar Madiun - Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berlangsung dengan pengamanan ketat dan dihadiri jutaan warga di Teheran.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada sosok yang tidak terlihat dalam upacara tersebut, yakni Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei.

Ketidakhadirannya memicu berbagai spekulasi di tengah situasi politik dan keamanan yang masih menjadi perhatian internasional.

Mojtaba Khamenei Tidak Terlihat dalam Upacara Pemakaman

Prosesi penghormatan terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei digelar pada Minggu (5/7) di Kompleks Keagamaan Grand Mosalla, Teheran.

Sejumlah pejabat tinggi Iran hadir dalam acara tersebut, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian,

Baca Juga: Bukan Sekedar Sepatu Tinggi, Inilah Fakta Menarik tentang High Heels dan Cara Memilihnya

Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, serta Kepala Garda Revolusi Ahmad Vahidi.

Tiga putra Ali Khamenei lainnya, yakni Masoud, Mostafa, dan Meysam, juga terlihat mengikuti prosesi. Namun, Mojtaba Khamenei tidak tampak menghadiri acara tersebut.

Absennya pemimpin baru Iran itu menjadi sorotan karena ia belum pernah muncul di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi pada awal Maret lalu.

Spekulasi Mengenai Kondisi Mojtaba Khamenei

Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei semakin memunculkan spekulasi mengenai kondisinya.

Sebelumnya beredar rumor bahwa ia mengalami luka dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya.

Hingga prosesi pemakaman berlangsung, pemerintah Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan Mojtaba tidak menghadiri acara tersebut.

Jutaan Warga Diperkirakan Hadiri Prosesi

Pemerintah Iran menyebut rangkaian pemakaman akan berlangsung selama beberapa hari dengan kegiatan di Iran dan Irak.

Baca Juga: Kecerdasan Buatan Makin Canggih, PBB Peringatkan Risiko yang Tak Boleh Diabaikan

Otoritas memperkirakan antara 12 hingga 20 juta orang akan mengikuti seluruh rangkaian acara

yang dijuluki sebagai "funeral of the century". Di Teheran saja, jumlah pelayat diperkirakan melebihi 10 juta orang.

Untuk mendukung jalannya prosesi, pemerintah menetapkan hari Minggu sebagai hari libur nasional.

Jenazah Akan Dibawa ke Sejumlah Kota

Setelah disemayamkan di Grand Mosalla, jenazah Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan menjalani beberapa tahapan prosesi, yakni:

Pengamanan Diperketat Selama Prosesi

Besarnya jumlah pelayat membuat aparat menerapkan pengamanan ekstra di sekitar lokasi acara.

Media pemerintah Iran melaporkan lebih dari 4.000 orang telah mendatangi pos kesehatan yang disediakan di sekitar Grand Mosalla.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal akibat kepadatan massa.

Baca Juga: Emas Melemah ke Rp2,46 Juta per Gram, Investor Mulai Mengincar Peluang Baru

Sejumlah dokumentasi juga memperlihatkan petugas menyemprotkan kabut air kepada para pelayat

untuk mengurangi dampak suhu panas, sementara tim medis bersiaga membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Situasi Politik Masih Menjadi Perhatian

Prosesi pemakaman berlangsung ketika gencatan senjata antara Iran dan Israel masih berlangsung.

Meski situasi relatif tenang, kedua pihak sebelumnya telah menyatakan siap kembali melakukan operasi militer apabila negosiasi damai tidak mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, sejumlah pelayat terdengar meneriakkan slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel.

Beberapa peserta juga membawa spanduk yang berisi seruan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, perhatian dunia masih tertuju pada perkembangan politik di Iran, termasuk kemunculan perdana

Mojtaba Khamenei di hadapan publik yang hingga kini belum terjadi. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Pemakaman Ayatollah Khamenei #ali khamenei #Teheran #iran #Mojtaba Khamenei