Bagi kebanyakan orang, lamaran yang berkesan cukup membutuhkan pemandangan indah, momen yang tepat, dan cincin yang sudah lama disimpan.
Bagi Angela Nikolau dan Ivan Beerkus, standar itu adalah titik awal bukan titik akhir.
Pasangan ini sudah terbiasa mendefinisikan ulang batas antara keberanian dan kegilaan sejak lama, jauh sebelum kamera drone NYPD merekam aksi mereka di ketinggian 443 meter.
Siapa Angela Nikolau?
Angela Nikolau adalah fotografer dan urban climber asal Rusia berusia 33 tahun yang sudah dikenal luas di dunia rooftopping internasional selama lebih dari satu dekade.
Ia terkenal karena foto-foto selfie yang diambil di tepi gedung pencakar langit, crane, dan jembatan tanpa pengaman konten yang membuatnya memiliki jutaan pengikut di media sosial jauh sebelum Netflix meliriknya.
Gaya fotografinya yang memadukan seni visual dengan adrenalin ekstrem menjadikannya salah satu figur paling dikenal di komunitas urban exploration global.
Baca Juga: Melamar di Ketinggian 443 Meter Tanpa Izin: Kisah Cinta yang Berakhir di Kantor Polisi New York
Ivan Beerkus: Partner Aksi Sekaligus Kekasih
Ivan Beerkus, 32 tahun, adalah rekan aksi sekaligus kekasih Nikolau yang juga dikenal dengan nama Ivan Kuznetsov.
Sebagai stunt performer dan urban climber, Beerkus melengkapi kemampuan Nikolau dengan keahlian teknis memanjat yang sangat terlatih pasangan yang di atas kertas tampak sempurna untuk aksi-aksi yang membuat jantung orang lain berhenti.
Keduanya telah melakukan aksi serupa di berbagai negara memanjat atap gedung, jembatan, dan struktur tinggi di Eropa, Asia, hingga Amerika dengan dokumentasi yang selalu viral di setiap penayangan.
Skywalkers: A Love Story Ketika Netflix Ikut Terpesona
Pada 2024, Netflix merilis dokumenter berjudul "Skywalkers: A Love Story" yang mengikuti perjalanan pasangan ini dalam serangkaian aksi di ketinggian di berbagai belahan dunia.
Film dokumenter itu memperlihatkan bukan hanya aksi fisik mereka, tapi juga dinamika hubungan cinta yang dibangun di atas fondasi yang tidak biasa: kepercayaan di ketinggian tanpa pengaman.
Dokumenter ini mendapat perhatian luas dan memperkenalkan gaya hidup rooftopping kepada jutaan penonton di seluruh dunia.
Baca Juga: Rekomendasi 9 Hotel Murah di Legian Bali, Harga Terjangkau di Bawah Rp 500 Ribuan
Aksi di Empire State: Bukan Spontanitas
Berdasarkan catatan media AS, aksi di Empire State Building bukanlah keputusan spontan yang dibuat dalam semalam.
Persiapan, pengintaian lokasi, dan keberanian mental yang terbangun selama bertahun-tahun berpengalaman di ketinggian bersama menjadi modal utama yang memungkinkan mereka mencapai puncak yang bagi orang biasa bahkan tidak akan berani dibayangkan.
Bagi pasangan ini, puncak Empire State bukan hanya tempat lamaran ini adalah pernyataan hidup yang paling konsisten dengan siapa mereka. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun