Jawa Pos Radar Madiun - Perayaan pembukaan Festival San Fermín di Pamplona, Spanyol utara, yang berlangsung Senin (6/7/2026) diwarnai aksi kontroversial.
Sekelompok massa membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "Destroy Israel" atau "Hancurkan Israel" tepat sebelum peluncuran roket chupinazo yang menandai dimulainya festival tahunan tersebut.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan spanduk itu diangkat tinggi-tinggi di atas kepala kerumunan yang memadati Plaza Consistorial.
Detail Spanduk dan Simbol yang Menyertainya
Berdasarkan laporan sejumlah media, spanduk tersebut menampilkan gambar bendera Israel yang dicoret dengan garis diagonal merah, disertai inisial "EHKS" di bagian bawahnya.
Inisial ini merujuk pada Euskal Herriko Kontseilu Sozialista, organisasi sosialis sayap kiri yang merupakan bagian dari gerakan pro-kemerdekaan Basque.
Baca Juga: Teori Konspirasi Lama Bangkit Lagi, Kebakaran Hutan di Argentina Seret Nama Turis Israel
Selain spanduk, kerumunan juga terlihat melempar-lemparkan bola tiup berbentuk semangka,
simbol yang lazim diasosiasikan dengan gerakan solidaritas Palestina karena warnanya yang menyerupai bendera Palestina.
Festival San Fermín sendiri dikenal luas sebagai perayaan tahunan berskala besar di Spanyol yang mampu menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia,
dengan puncak acara berupa tradisi lari bersama banteng di jalanan sempit kota Pamplona.
Bukan Kejadian Pertama Kalinya
Menariknya, ini bukan kali pertama pesan serupa muncul di festival yang sama. Pada edisi 2025,
aksi dengan slogan senada juga pernah mewarnai momen chupinazo, lengkap dengan kibaran bendera Palestina dan seruan solidaritas.
Baca Juga: Lebih dari 50 Serangan dalam Sepekan, Krisis Kemanusiaan di Palestina Kian Mengkhawatirkan
Bahkan pemerintah kota Pamplona di bawah Wali Kota Joseba Asiron sempat mengundang kelompok aktivis pro-Palestina untuk menyalakan roket pembuka festival pada tahun sebelumnya.
Reaksi Beragam dari Berbagai Pihak
Aksi ini memicu kecaman keras dari sejumlah organisasi Yahudi internasional.
European Jewish Congress menyebut spanduk tersebut berpotensi memicu kebencian dan permusuhan.
Kementerian Luar Negeri Israel turut melayangkan protes keras melalui akun media sosial resminya,
mengaitkan peristiwa ini dengan sejarah kelam Inkuisisi Spanyol berabad-abad silam.
Di sisi lain, sebagian warganet dan pendukung aksi ini menilai langkah tersebut sebagai bentuk solidaritas sah terhadap Palestina di tengah konflik yang tengah berlangsung di Gaza.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sendiri sebelumnya sempat menyebut Israel sebagai negara yang melakukan genosida,
dan menegaskan Spanyol tidak menjalin hubungan dagang dengan negara tersebut,
pernyataan yang menjadikan Spanyol salah satu dari sedikit negara Eropa yang bersikap tegas terhadap Israel.
Baca Juga: Lebih dari 50 Serangan dalam Sepekan, Krisis Kemanusiaan di Palestina Kian Mengkhawatirkan
Rentetan Insiden Terkait di Spanyol
Peristiwa di San Fermín ini juga disebut sejumlah media sebagai bagian dari rangkaian insiden terkait ketegangan Israel-Palestina,
yang belakangan terjadi di Spanyol, termasuk laporan pelecehan terhadap turis Yahudi asal Prancis di Barcelona,
serta pembakaran replika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat perayaan Paskah di sebuah kota kecil Spanyol pada April lalu.
Hingga berita ini ditulis, otoritas Kota Pamplona belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi spanduk pada edisi festival tahun ini. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun