Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Setelah Gencatan Senjata Berakhir: Trump Perintahkan Serangan Baru, Iran Bereaksi Keras di PBB

Tim Content Writer Radar Madiun • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:37 WIB
Bendera pbb yang Menggambarkan Perdamaian (internasional.republika.co.id)
Bendera pbb yang Menggambarkan Perdamaian (internasional.republika.co.id)

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Iran resmi melayangkan surat protes terpisah kepada Presiden Dewan Keamanan PBB,

dan Sekretaris Jenderal PBB terkait rangkaian serangan terbaru Amerika Serikat terhadap wilayahnya.

Kabar ini disampaikan media pemerintah Iran dan dikonfirmasi sejumlah media internasional,

termasuk CNN, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Baca Juga: Lebih dari 50 Serangan dalam Sepekan, Krisis Kemanusiaan di Palestina Kian Mengkhawatirkan

Isi Protes: Tudingan Pelanggaran Piagam PBB

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dengan tegas mengecam rentetan serangan terbaru tersebut.

Dalam suratnya, ia menyebut Amerika Serikat kembali melakukan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan kewajiban internasionalnya,

serta menuding AS terus melancarkan serangan militer berskala besar terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran.

Iravani turut menyoroti sejumlah lokasi yang menjadi sasaran serangan, termasuk fasilitas di Bushehr, Iran selatan, serta sejumlah pulau di Teluk Persia.

Baca Juga: Baru 5 Bulan Menikah, Kiper Gaza Ini Tewas di Tangan Tentara Israel Saat Cari Gas untuk Keluarganya

Dampak di Lapangan: Pemadaman Listrik hingga Korban Jiwa

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, serangan terbaru ini turut berdampak pada kota pelabuhan Chabahar di selatan Iran yang mengalami pemadaman listrik.

Sebuah rumah sakit di Chabahar juga dilaporkan terkena serpihan akibat serangan tersebut.

Media pemerintah Iran turut melaporkan seorang petugas pemadam kebakaran tewas dalam serangan AS di Bandara Iranshahr,

Iran tenggara insiden yang juga merusak gedung operasional penerbangan dan stasiun meteorologi bandara tersebut.

Perlu dicatat, laporan mengenai dampak dan korban di atas bersumber dari media pemerintah Iran (IRNA dan Mehr News Agency),

dan belum ada konfirmasi independen dari pihak AS terkait detail tersebut.

Baca Juga: Spanduk 'Hancurkan Israel' Bentangkan Ribuan Orang di Festival San Fermin, Ini Faktanya

Latar Belakang: Eskalasi yang Berlangsung Berbulan-Bulan

Ketegangan antara AS-Israel dan Iran ini bukan kejadian baru, melainkan bagian dari konflik militer yang telah berlangsung sejak awal 2026.

Sebelumnya, sempat tercapai kesepakatan gencatan senjata melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Islamabad pada 17 Juni 2026,

dengan fasilitasi Pakistan dan dukungan sejumlah negara termasuk Qatar, Turki, Arab Saudi, Mesir, China, dan Rusia.

Namun situasi kembali memanas setelah serangan drone dan rudal menyasar Bahrain dan Kuwait, yang direspons AS dengan serangan udara baru terhadap Iran.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, dalam sidang darurat Dewan Keamanan menegaskan sikap tegas AS, 

dan menuding Iran menyebarkan disinformasi terkait insiden tersebut tudingan yang langsung dibantah keras oleh pihak Iran.

Baca Juga: Teori Konspirasi Lama Bangkit Lagi, Kebakaran Hutan di Argentina Seret Nama Turis Israel

Dua Sisi yang Saling Bertentangan

Situasi ini mencerminkan perbedaan tajam antar pihak yang berkonflik. Iran secara konsisten menyebut serangan AS-Israel sebagai bentuk agresi tak berdasar,

dan pelanggaran hukum internasional, sekaligus menegaskan hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.

Sebaliknya, pihak AS dan sekutunya di kawasan Teluk menuding Iran sebagai pihak yang memulai eskalasi lewat serangan terhadap aset militer dan infrastruktur sipil di negara-negara tetangga.

Hingga berita ini ditulis, situasi di lapangan masih terus berkembang dan berpotensi berubah cepat mengingat sifat konflik yang masih aktif berlangsung. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#pbb #amerika serikat #iran