Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kasus Ebola di Kongo Bertambah, Warga AS Jalani Perawatan di Jerman

Tim Content Writer Radar Madiun • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:18 WIB
Nurses dressed in personal protective equipment demonstrate protocols for dealing with infected patients at Charité hospital in Berlin last month. (The Guardian)
Nurses dressed in personal protective equipment demonstrate protocols for dealing with infected patients at Charité hospital in Berlin last month. (The Guardian)

Jawa Pos Radar Madiun - Seorang pekerja kemanusiaan asal Amerika Serikat harus meninggalkan Republik Demokratik Kongo (DRC) setelah dinyatakan terinfeksi virus Ebola.

Ia diterbangkan ke Jerman untuk mendapatkan penanganan medis khusus, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran wabah yang kembali melanda negara Afrika tersebut.

Di saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah pencegahan dengan membatasi perjalanan warga negaranya dari DRC menuju AS menggunakan penerbangan komersial.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mencegah potensi penyebaran virus ke wilayah Amerika.

Pasien Dipindahkan ke Jerman untuk Penanganan Intensif
Pekerja Kemanusiaan Terinfeksi Saat Bertugas di Kongo

Kementerian Kesehatan Jerman mengonfirmasi seorang warga negara Amerika tiba di Frankfurt dan langsung dipindahkan ke rumah sakit universitas untuk menjalani perawatan lanjutan.

Baca Juga: Terungkap! Wanita di Jepang Simpan Jasad Mantan Suami di Freezer Selama 14 Tahun, Alasannya Mengejutkan

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut pasien tersebut merupakan seorang pekerja kemanusiaan yang bertugas di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, wilayah yang menjadi pusat penyebaran wabah Ebola saat ini.

"The patient has been safely transferred to Germany for continued follow-up care," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Berdasarkan keterangan organisasi bantuan kemanusiaan Samaritan's Purse, pasien yang berusia sekitar 60 tahun itu bekerja sebagai manajer gudang selama bertugas di Republik Demokratik Kongo.

Jerman Dinilai Berpengalaman Menangani Ebola

Pemerintah Jerman menegaskan pasien tersebut tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun pasien lain di rumah sakit.

Menurut otoritas kesehatan, Amerika Serikat meminta bantuan Jerman karena negara tersebut memiliki pengalaman dalam menangani pasien Ebola.

Selain itu, waktu tempuh penerbangan dari Kongo menuju Jerman dinilai lebih singkat dibandingkan ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Nekat Masukkan Belut demi Atasi Sembelit, Pria Ini Justru Berakhir di Meja Operasi

Kasus ini juga bukan yang pertama.

Pada akhir Mei lalu, seorang warga Amerika lain yang terinfeksi Ebola bersama keluarganya menjalani karantina di Rumah Sakit Charité, Berlin, sebelum akhirnya dinyatakan pulih setelah dua pekan menjalani perawatan.

AS Terapkan Pembatasan Perjalanan
Warga AS dari Kongo Masuk Daftar "Do Not Board"

Bersamaan dengan proses evakuasi pasien, pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan baru terkait perjalanan dari Republik Demokratik Kongo.

Melalui kewenangan transportasi Title 49, warga negara Amerika yang berada di DRC maupun yang baru meninggalkan negara tersebut tidak diperbolehkan menggunakan penerbangan komersial menuju Amerika Serikat.

Mereka akan ditempatkan dalam daftar "do-not-board" hingga menjalani masa tunggu sedikitnya 21 hari di negara ketiga sebelum diizinkan kembali ke AS.

Pemerintah Amerika juga menyatakan akan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak selama masa tersebut.

Baca Juga: Terobosan Ilmuwan Jepang: CRISPR Berhasil Hapus Kromosom Ekstra Penyebab Down Syndrome

Wabah Ebola Masih Berlangsung di Republik Demokratik Kongo

Wabah Ebola yang sedang berlangsung di DRC diumumkan pemerintah setempat sejak pertengahan Mei dan merupakan wabah ke-17 yang pernah terjadi di negara itu.

WHO mencatat lebih dari 1.900 kasus terkonfirmasi dengan lebih dari 700 kematian akibat wabah tersebut.

Jenis virus yang menyebar kali ini merupakan strain Bundibugyo, yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.

Cara Penularan Ebola

Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh manusia atau hewan yang telah terinfeksi.

Penyakit ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Gejala yang umum muncul meliputi:

Karena risiko penularannya yang serius, pasien Ebola memerlukan penanganan di fasilitas kesehatan dengan standar isolasi yang ketat. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : The Guradian
Ebola Republik Demokratik Kongo amerika serikat who jerman