Jawa Pos Radar Madiun - Suasana duka masih menyelimuti Bangkok setelah kebakaran hebat melanda sebuah bar yang dipenuhi pengunjung pada dini hari.
Dalam hitungan menit, api membesar dan memicu kepanikan.
Kini, ketika jumlah korban meninggal terus bertambah, perhatian publik beralih pada dugaan kelalaian yang diduga memperparah tragedi tersebut.
Sedikitnya 30 orang meninggal dunia dalam kebakaran di Rong Beer Na Ladprao, Bangkok, Thailand.
Angka korban bertambah setelah tiga korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif dinyatakan meninggal dunia.
Polisi Thailand kini menjadikan dugaan kelalaian sebagai fokus utama penyelidikan.
Baca Juga: Insiden Jalanan di Ho Chi Minh, Pengemudi Van Jadi Korban Perusakan Setelah Membunyikan Klakson
Dugaan Kelalaian Jadi Prioritas Investigasi
Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kitrat Phanphet, menyatakan bahwa penyidik sedang mengumpulkan berbagai bukti untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
"At this time, police have established negligence as the primary theory guiding their investigation."
Penyelidikan tidak hanya berfokus pada sumber api, tetapi juga pada sistem keselamatan bangunan, termasuk akses menuju pintu darurat dan tata letak interior bar.
Korsleting AC Diduga Memicu Kebakaran
Hasil pemeriksaan awal dari tim penanggulangan bencana menunjukkan bahwa kebakaran kemungkinan dipicu oleh korsleting listrik pada unit pendingin udara (AC) yang terpasang di bagian langit-langit bangunan.
Meski demikian, penyebab resmi masih menunggu hasil investigasi forensik.
Aparat juga memeriksa instalasi listrik serta material dekorasi di area panggung yang diduga mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.
Pintu Darurat Diduga Sulit Diakses
Salah satu temuan penting dalam penyelidikan adalah kondisi jalur evakuasi.
Baca Juga: Remaja Ciptakan Filter Knalpot Murah yang Diklaim Pangkas Emisi Hingga 74 Persen
Sebagian besar korban ditemukan di kamar mandi tanpa jendela yang berada di dekat pintu keluar belakang.
Polisi menduga pintu tersebut gagal dimanfaatkan karena beberapa kemungkinan, antara lain:
- Jalur menuju pintu keluar terhalang meja penjualan makanan.
- Area menuju pintu darurat minim pencahayaan.
- Sebagian pintu diduga dalam keadaan terkunci.
- Ada pintu yang diberi tanda "staff only", sehingga pengunjung tidak mengetahui bahwa pintu tersebut sebenarnya mengarah ke luar gedung.
Dalam inspeksi di lokasi, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menerima penjelasan bahwa salah satu pintu keluar pernah dibaut oleh pengelola untuk mencegah pelanggan keluar tanpa membayar.
"If they had run this way, it would have been fine."
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa akses evakuasi menjadi salah satu faktor yang memperbesar jumlah korban.
Baca Juga: Warga Klaten Ramai-Ramai Kembalikan MinyaKita, Aroma Menyengat Jadi Sorotan
Korban Luka Dirawat di Belasan Rumah Sakit
Selain korban meninggal, puluhan orang masih menjalani perawatan akibat luka bakar dan menghirup asap.Hingga proses pendataan berlangsung:
- 24 orang mengalami kondisi kritis.
- 15 orang mengalami luka sedang.
- 36 orang mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang.
Para korban dirawat di 17 rumah sakit berbeda di Bangkok agar penanganan medis, terutama untuk pasien luka bakar berat dan gangguan pernapasan, dapat dilakukan secara optimal.
Pengelola Bar Sampaikan Permintaan Maaf
Melalui pernyataan resmi di media sosial, pihak Rong Beer Na Ladprao menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.
"deepest apologies for this tragic incident"
Pengelola juga menyatakan siap bekerja sama sepenuhnya dengan aparat dalam proses penyelidikan serta mendukung proses pencarian fakta secara transparan.
Kisah Korban Selamat dan Duka Keluarga
Sejumlah saksi berhasil menyelamatkan diri melalui pintu depan saat kobaran api membesar.
Baca Juga: Sea Dragon, Roket Raksasa yang Nyaris Mengubah Sejarah Eksplorasi Antariksa
Namun, banyak korban mengalami luka bakar serius ketika berlari melewati kobaran api.
Salah satu kisah yang menyita perhatian datang dari seorang perempuan berusia 31 tahun yang berhasil keluar dalam kondisi tubuh terbakar.
Menurut kekasihnya, korban sempat berkata:
"I can’t take it any more. I’m in so much pain. Am I still beautiful?"
Di sisi lain, keluarga korban terus berdatangan ke lokasi untuk meletakkan bunga, karangan, serta doa sebagai penghormatan terakhir kepada para korban.
Tragedi Jadi Pengingat Pentingnya Standar Keselamatan
Insiden ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan di tempat hiburan malam.
Selain penyebab kebakaran, aparat juga akan mendalami apakah prosedur evakuasi, kondisi pintu darurat, hingga desain interior telah memenuhi ketentuan keselamatan.
Hasil penyelidikan diharapkan mampu memberikan kejelasan mengenai penyebab tragedi sekaligus menjadi dasar evaluasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian