Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sosok Ayah Muda yang Tewas Ditembak Agen ICE, Kisahnya Mengundang Duka

Tim Content Writer Radar Madiun • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07 WIB
A makeshift memorial for Johan Sebastián Durán Guerrero on July 14 in Biddeford, Maine. (NBC News)
A makeshift memorial for Johan Sebastián Durán Guerrero on July 14 in Biddeford, Maine. (NBC News)

Jawa Pos Radar Madiun - Harapan Johan Sebastián Durán Guerrero sederhana.

Ia meninggalkan Kolombia demi membangun kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat, bekerja dari pagi hingga malam agar putrinya dapat memperoleh masa depan yang lebih cerah.

Namun, perjalanan hidup ayah muda berusia 26 tahun itu berakhir tragis ketika ia ditembak mati oleh seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di luar apartemennya di Biddeford, Maine.

Peristiwa tersebut memicu duka sekaligus gelombang pertanyaan mengenai prosedur penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat. 

Tewas Saat Operasi Penegakan Imigrasi

Insiden terjadi pada Senin pagi ketika agen ICE melakukan operasi yang menurut pemerintah bertujuan menjalankan perintah deportasi.

Namun, hingga kini kronologi lengkap kejadian masih menjadi bahan penyelidikan.

Baca Juga: Sederhana namun Pasti: Kebutuhan dan Perawatan yang Membuat Penampilan Anabul Kucing Jadi lebih Sehat dan Gembul

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan petugas melepaskan tembakan setelah kendaraan yang dikendarai Johan tidak berhenti saat hendak dihentikan.

Sementara itu, kantor Senator Angus King menyebut Johan bukan target utama operasi tersebut, melainkan petugas sedang mencari orang lain.

Perbedaan keterangan ini membuat berbagai pihak mendesak dilakukan investigasi secara menyeluruh. 

Dikenang Sebagai Ayah yang Bekerja Keras

Keluarga dan sahabat mengenang Johan sebagai sosok pekerja keras yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk keluarganya.

Ia berasal dari Kolombia dan pindah ke Amerika Serikat beberapa tahun lalu sebelum kemudian istrinya menyusul.

Selama tinggal di Maine, Johan bekerja lebih dari satu pekerjaan.

Pada pagi hari ia membersihkan sebuah klinik hewan, kemudian melanjutkan pekerjaannya sebagai pengantar makanan menggunakan mobil pribadinya.

Baca Juga: Tradisi Unik St. Patrick’s Day, Sungai Chicago Mendadak Hijau Cerah

Menurut ayahnya, Omar Durán, Johan memiliki banyak impian dan ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putrinya yang masih kecil.

Sang ayah juga mengatakan putranya memiliki izin kerja yang sah di Amerika Serikat dan rutin memenuhi kewajiban pelaporan kepada otoritas imigrasi. 

Impian Sederhana untuk Sang Putri

Beberapa hari sebelum insiden, Johan sempat mengunggah dua foto putrinya di media sosial dengan keterangan dalam bahasa Spanyol, "3 years later. I love you my beautiful princess."

Unggahan tersebut kemudian dipenuhi ucapan belasungkawa dari teman dan kerabat setelah kabar kematiannya tersebar luas. 

Sahabat Sebut Johan Selalu Memikirkan Keluarganya

Luis Andres Bravo Perdomo, sahabat Johan yang pernah bertugas bersama di militer Kolombia, mengatakan Johan sejak awal bermimpi mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika.

Menurutnya, Johan ingin putrinya memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik dibandingkan yang ia yakini bisa diperoleh di negara asalnya.

Sebulan sebelum kejadian, Johan bahkan sempat mengucapkan selamat kepada Perdomo yang akan menjadi ayah dan mengatakan bahwa memiliki keluarga adalah hal terindah dalam hidup. 

Baca Juga: Penembakan di SMA Filipina Tewaskan Tiga Siswa, Dua Pelaku Remaja Ditahan

Desakan Transparansi Meningkat

Kematian Johan merupakan insiden fatal kedua yang melibatkan agen ICE dalam waktu kurang dari satu minggu.

Kasus ini memicu reaksi dari sejumlah pejabat Amerika Serikat yang meminta investigasi terbuka.

Anggota Kongres Joaquin Castro mendesak agar seluruh rekaman body camera, dash camera, dan komunikasi petugas dipublikasikan demi memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan masyarakat. 

Sebagai respons awal, Departemen Keamanan Dalam Negeri dilaporkan menyetujui penghentian sementara penghentian kendaraan yang tidak bersifat mendesak dalam operasi ICE.

Kebijakan tersebut diumumkan setelah meningkatnya sorotan publik terhadap dua penembakan mematikan yang melibatkan agen imigrasi. 

Hingga kini, penyelidikan atas kematian Johan Sebastián Durán Guerrero masih berlangsung.

Sementara itu, keluarga, sahabat, dan komunitas setempat terus menuntut kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada ayah muda yang datang ke Amerika dengan satu tujuan: memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Sumber : NBC News
Imigrasi AS kolombia amerika serikat ice