Jawa Pos Radar Madiun - Tak semua pahlawan mengenakan jubah. Di sebuah pantai di California, seorang remaja berusia 16 tahun justru mempertaruhkan keselamatannya sendiri demi menyelamatkan seorang bocah yang terseret ombak.
Aksi menegangkan itu terekam kamera dan menyebar luas di media sosial, tetapi bagi sang remaja, semua itu hanyalah bagian dari tugasnya sebagai penjaga pantai.
Remaja bernama Ryder Williams berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang hampir tenggelam di Pantai Seabright, Santa Cruz, California, Sabtu (26/7).
Insiden tersebut menjadi penyelamatan pertama dalam kariernya sebagai lifeguard California State Parks.
Baca Juga: Indonesia vs Timor Leste: Marselino Absen di Thailand, Hubner Belum Bisa Menyusul
Ombak Besar Menyeret Bocah ke Tengah Laut
Menurut keterangan otoritas setempat, kejadian bermula ketika bocah itu kehilangan keseimbangan setelah dihantam ombak besar.
Tubuhnya kemudian terseret sekitar 15 yard atau hampir 14 meter dari bibir pantai menuju Samudra Pasifik.
Melihat kondisi tersebut, Ryder yang sedang bertugas langsung berlari menuju laut tanpa ragu.
Fotografer Scott Vander Dussen yang berada di lokasi merekam momen dramatis tersebut.
Dalam video yang kemudian viral, Ryder terlihat berjuang menerobos ombak tinggi sambil mempertahankan genggamannya pada tubuh bocah itu.
Beberapa warga sempat mencoba membantu meski bertentangan dengan anjuran keselamatan.
Namun derasnya ombak memaksa mereka mundur. Ryder tetap bertahan hingga akhirnya seorang penjaga pantai lainnya datang membantu membawa korban kembali ke daratan dengan selamat.
Sang Ayah Ungkap Tekad Putranya
Ayah Ryder, Shane Williams, mengatakan putranya memiliki tekad kuat untuk menyelamatkan bocah tersebut.
“He told me: ‘I just was not going to let that happen,’”
Shane mengaku hampir menangis ketika mendengar penjelasan putranya.
“I almost started crying because how determined he was to save that boy’s life makes me so proud.”
Meski mendapat banyak pujian dari masyarakat, Ryder justru merasa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai penjaga pantai.
Menurut sang ayah, putranya bahkan tidak memahami mengapa aksinya menjadi viral karena ia tidak menggunakan media sosial.
“Any other lifeguard on duty would do the same thing I did.”
Baca Juga: Aston Vila vs Indonesia All Stars: The Villans Bawa 30 Pemain, Ini Daftarnya
Terbiasa Hidup Dekat Laut Sejak Kecil
Pengalaman Sejak Masa Kanak-kanak
Shane yang merupakan pensiunan pemadam kebakaran mengatakan Ryder sudah akrab dengan laut sejak masih bayi.
Ia belajar berenang sejak usia dini, kemudian menekuni olahraga selancar, boogie board, hingga polo air.
Pengalaman bertahun-tahun itu membentuk kemampuan Ryder menghadapi arus dan ombak yang kuat.
Saat remaja, Ryder mengikuti program junior lifeguard sebelum akhirnya lulus dari akademi penjaga pantai California State Parks.
Bahkan, ia tetap menyelesaikan pelatihan meski sempat mengalami demam selama empat hari.
Bukan Satu-satunya Penyelamatan Hari Itu
Total 34 Penyelamatan dalam Akhir Pekan
Otoritas California menyebut distrik tempat Ryder bertugas mencatat total 34 operasi penyelamatan sepanjang akhir pekan tersebut.
Kondisi laut memang sedang berbahaya akibat gelombang tinggi dan arus rip current yang dipicu badai tropis di wilayah lain.
Menariknya, aksi penyelamatan bocah itu bukan satu-satunya yang dilakukan Ryder hari itu.
Setelah selesai bertugas, ia kembali membantu menyelamatkan dua orang lain yang mengalami kesulitan di laut.
Menurut ayahnya, penyelamatan kedua bahkan berlangsung lebih sulit, hanya saja tidak ada yang sempat merekam kejadian tersebut.
Baca Juga: Gelar Nyadran, Warga Desa Ngrendeng Ngawi Lestarikan Tradisi dan Jaga Semangat Guyub Rukun
Sang Ayah Bangga pada Putranya
Bagi Shane, keberanian Ryder bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ia percaya putranya memang memiliki naluri untuk menolong orang lain.
“It’s just been in his DNA since he was born.”
Shane juga mengakui belum tentu dirinya mampu mempertahankan pegangan sekuat yang dilakukan putranya di tengah terjangan ombak.
“He was such a stud out there. I’m super, super proud of him.”
Meski dipuji sebagai pahlawan oleh banyak orang, Ryder tetap menganggap apa yang dilakukannya hanyalah menjalankan tanggung jawab sebagai seorang penjaga pantai yang bertugas melindungi keselamatan pengunjung pantai. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : The Guardian