Jawa Pos Radar Madiun – Buaya muara sepanjang sekitar 50 setimeter membuat heboh warga sekitar Waduk Manukan Tirto IV, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya.
Hewan reptil itu terlihat berenang bebas pada hari Minggu 15 Juni 2025 pagi di antara eceng gondok dan tanaman liar yang menutupi sebagian permukaan waduk.
Tak pelak, kemunculan buaya di Waduk Manukan yang memiliki luas sekitar 3.500 meter persegi membuat warga kaget dan melaporkan hal janggal itu.
Informasi pertama terkait kemunculan buaya muara diterima Command Center (CCroom) pukul 07.49 WIB.
Dilansir dari JawaPOs.com, petugas BPBD Kota Surabaya yang siaga di Posko Terpadu Barat langsung meluncur ke lokasi dan tiba dua menit kemudian.
Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, buaya tersebut awalnya dilihat oleh beberapa pemancing dan warga yang tengah berada di sekitar waduk.
”Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran,” ucapnya.
“Buaya sempat terlihat, tapi kembali bersembunyi di antara tanaman air. Rimbunnya vegetasi di permukaan air membuat penangkapan cukup sulit,” terang Irvan.
Dia menyebut, sekitar 40 persen permukaan waduk tertutup enceng gondok, kangkung, dan alang-alang.
Petugas BPBD setempat lalu memasang papan peringatan bertuliskan “Awas Ada Buaya” di sekitar lokasi sebagai langkah mitigasi awal.
Pun, juga memberikan imbauan kepada warga agar lebih waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir waduk. Anak-anak juga dilarang bermain di sekitar area tersebut.
Irvan menambahkan, pihaknya melakukan pemantauan berkala dengan melibatkan ketua RT setempat Bakhtiar Habibi dan tokoh masyarakat.
”Kami sudah melakukan sosialisasi dan meminta warga segera menghubungi 112 jika buaya terlihat lagi,” tegasnya.
Meski ukurannya tergolong kecil, Irvan mengingatkan bahwa buaya muara termasuk predator berbahaya.
"Tetap harus diwaspadai karena insting liarnya bisa muncul dalam kondisi terdesak," tuturnya. Hingga berita ini diturunkan, proses pemantauan oleh BPBD masih berlanjut.
Informasi yang dihimpun, kemunculan buaya muara itu pertama kali dilihat oleh pemancing yang bernama Hasan.
Lelaki berumur 55 tahun itu mengaku melihat langsung buaya tersebut pada pagi hari saat sedang mengecek joran.
“Nggak besar, tapi tetap mengagetkan. Saya langsung lapor ke Pak RT,” ucapnya.
Keberadaan reptil di Waduk manukan itu sontak menjadi topik perbincangan hangat warga setempat. (omy)
Editor : Budhi Prasetya