Jawa Pos Radar Madiun – Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak tak sekadar menjadi arena adu kemampuan mengolah bola.
Turnamen tersebut membawa misi merawat potensi sekaligus menyediakan ruang bagi anak muda untuk kembali bermain dan berinteraksi di tengah gempuran teknologi.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar M. Sarmuji saat membuka rangkaian turnamen yang dimulai dari zona Malang, Senin (31/8).
Menurut Sarmuji, usia remaja merupakan fase yang rawan. Derasnya perkembangan teknologi informasi berpotensi membuat generasi muda tumbuh semakin soliter karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawainya masing-masing.
“Di usia mereka, banyak topan dan badai yang dihadapi. Jika tidak hati-hati, masa depan menjadi taruhannya,” ujarnya saat memberikan sambutan di Unggul Sports Center (USC), Singosari, Malang.
Karena itu, Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak diharapkan menjadi salah satu cara menemani anak muda melewati fase tersebut.
Lapangan olahraga menjadi ruang untuk bertemu, berkompetisi, dan membangun interaksi dengan teman sebaya.
“Dulu ada gobak sodor, bentengan, dan aneka permainan yang dimainkan bersama. Ini tanggung jawab bersama kita agar anak-anak muda ini tidak kehilangan masa depan,” lanjut Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut.
Sarmuji menambahkan, melalui turnamen itu, Partai Golkar ingin menunjukkan kepedulian terhadap generasi muda sekaligus memahami apa yang mereka inginkan.
“Partainya anak muda,” tandasnya.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Diikuti 176 Tim SMA se-Jatim, Madiun Raya Siap Gelar Babak Penyisihan
Suasana pembukaan semakin cair ketika Sarmuji melontarkan sejumlah kuis berhadiah kepada peserta dan suporter. Salah satunya meminta peserta membawakan jingle MBG yang sempat viral.
Peserta rupanya sudah hafal. Antusiasme yang muncul membuat Sarmuji membuka kemungkinan turnamen serupa diadaptasi ke daerah lain dan menjadi agenda rutin.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menyambut peluang tersebut.
“Kalau ini sukses, Insya Allah akan kami jadikan agenda tahunan,” kata dia.
Pembukaan turnamen dihadiri jajaran fungsionaris DPD Partai Golkar Jawa Timur dan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Seluruh peserta dari 16 tim zona Malang beserta suporternya turut meramaikan agenda tersebut.
Prosesi pembukaan ditandai dengan kick-off. Bola terlebih dahulu diumpankan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kombes Pol Danang S.P. Sukarno, Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer Arif Fathoni, dan Ali Mufthi.
Sarmuji kemudian menceploskan bola ke gawang yang dijaga Direktur Jawa Pos Radar Marsudi Nurwahid.
Selepas pembukaan, digelar pertandingan hiburan antara tim Partai Golkar dan Partai Gerindra Malang. Sarmuji ikut bermain penuh dalam laga berdurasi 2x15 menit tersebut.
Meski timnya harus menelan kekalahan, Sarmuji berhasil menyumbangkan dua gol untuk Partai Golkar.
“Sengaja kita pilih lawan Gerindra karena ini adalah koalisi dan bestie kami lahir batin,” kata Arif Fathoni, Ketua Panitia Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak.
Pertandingan kompetitif kemudian dibuka dengan duel SMA Nasional melawan SMAN 1 Batu. Sebanyak 16 tim bertanding dengan sistem gugur pada hari pertama zona Malang.
Hingga Senin sore, tujuh tim telah memastikan tiket ke babak delapan besar.
Kontingen Kabupaten Malang mendominasi dengan lima sekolah, yakni MAN 1 Malang, SMAN 1 Tumpang, SMAN 1 Singosari, SMAN 1 Gondanglegi, dan SMKN 1 Singosari.
Babak delapan besar dilanjutkan pada sore hingga malam hari. Juara zona Malang nantinya berhak melaju ke babak final di Surabaya pada 18–19 Oktober 2026.
Untuk diketahui, Madiun Raya mendapat giliran menjadi tuan rumah Zona 5 (urutan kedua pelaksanaan) pada 3–4 September 2026 mencakup Kota dan Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, serta Pacitan. (*)
Editor : Mizan Ahsani