MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pada Sabtu silam (1/7) Ainur Rohman sempat berkirim Whatsapp ke Miftachul Barokah, 24. Siapa sangka, itu menjadi kali terakhir Rohman berkomunikasi dengan adik perempuannya tersebut. Pada Rabu lalu (5/7) Miftachul ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamar kosnya di Kelurahan Bangunsari, Dolopo. ‘’Waktu itu (pesan Whatsaap) juga dibalas,’’ ujar Rohman kemarin (6/7).
Rohman menyebutkan, sebelumnya Miftachul pamit ke keluarga hendak bekerja di sebuah salon. Tragisnya, belakangan korban ditemukan tewas di kamar kosnya dengan kondisi kaki dan tangan terikat kabel televisi. ‘’Pastinya syok dengan kabar itu (meninggalnya korban, Red),’’ ujarnya.
Miftachul merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Saimun dan Sulis Setyawati, warga Kelurahan Kadipaten, Babadan, Ponorogo. Korban diketahui berstatus janda usai bercerai pada 2021 lalu. ‘’Asli Kadipaten. Kauman itu alamat mantan suaminya,’’ imbuh Rohman.
Di lingkungan keluarga, kata Rohman, korban terbilang sosok yang pendiam serta sangat menjaga privasi. Terlebih masalah asmara, sama sekali tidak pernah bercerita kepada keluarga. ‘’Dari dulu pendiam. Kalau saya tanya dari mana atau mau ke mana, jawabnya hanya keluar,’’ ungkapnya.
Rohman berharap pelaku pembunuhan sang adik segera ditemukan. Pun, diberikan hukuman berat sebanding dengan perbuatannya. ‘’Dengan kondisi adik yang seperti itu saya juga tidak terima,’’ tegasnya.
Sementara, Saimun, ayah korban, mengatakan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui korban tinggal di sebuah rumah kos di Dolopo. Saat hendak meninggalkan rumah sebelum ngekos, lanjut dia, Miftachul hanya pamit akan bekerja di sebuah salon. ‘’Waktu Idul Adha sempat pulang dua hari dua malam. Tidak ada cerita apa-apa,’’ katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, digemparkan dengan temuan mayat perempuan di sebuah kamar kos sekitar pukul 14.00, Rabu lalu (5/7). Belakangan diketahui perempuan itu bernama Miftachul Barokah, 24.
Saat ditemukan, jasad perempuan asal Desa/Kecamatan Kauman, Ponorogo, tersebut dalam posisi tengkurap. Sementara, kaki serta tangannya terikat kabel antena televisi. Karena itu, mencuat dugaan Miftachul merupakan korban pembunuhan. (ryu/isd)
Editor : Mizan Ahsani