Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Disdikbud Intens Dorong Penerapan Kurikulum Merdeka

Mizan Ahsani • Selasa, 18 Juli 2023 | 22:30 WIB
BERSAHABAT: Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Siti Zubaidah berfoto bersama siswa peserta MPLS di SMPN 1 Nglames. (DISDIKBUD UNTUK RADAR CARUBAN)
BERSAHABAT: Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Siti Zubaidah berfoto bersama siswa peserta MPLS di SMPN 1 Nglames. (DISDIKBUD UNTUK RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus mendorong penerapan kurikulum merdeka. Sebagai komando, dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat menginstruksikan semua lembaga pendidikan di bawah naungannya untuk membebaskan siswa mengembangkan minat dan bakatnya.

‘’Bahkan, jika harus belajar di luar kelas sekalipun. Di SMPN 2 Dagangan, misalnya, siswa diajak mengamati tanaman jahe di kebun secara langsung,’’ ungkap Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Siti Zubaidah.

Selain soal kurikulum merdeka, dikbud juga concern pada pengembangan karakter anak didik. Itu dibuktikan dengan banyaknya lembaga pendidikan yang didorong bertransformasi menjadi sekolah penggerak. Hasilnya, kini telah ada 53 lembaga yang berstatus sekolah sekolah penggerak.

‘’Sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) serta karakter, diawali dengan SDM (sumber daya manusia, Red) yang unggul,’’ tambahnya.

Siti memerinci, setidaknya ada 11 TK, 20 SD, dan 3 SMP yang terdaftar sebagai sekolah penggerak pada angkatan II pendaftaran dari Kemendikbud. Sementara, pada angkatan III ada 10 TK, 6 SD, dan 3 SMP. ‘’Jumlah tergantung yang bisa diikutkan seleksi,’’ sebutnya.

Peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan dikbud melalui program transformasi digital. Caranya dengan merintis sekolah rujukan Google. Saat ini sudah ada tiga sekolah yang melakukan persiapan transformasi digital. ‘’Tranformasi digital ini untuk penguatan kompetensi guru dan murid. Harus pandai-pandai memanfaatkan,’’ tegasnya.

Upaya lain, kata Siri, melalui event kompetisi. Misalnya, pekan seni pelajar (PSP) yang digelar bersamaan peringatan Hari Jadi ke-455 kabupaten Madiun. Selama sepekan sejak 20 hingga 27 Juli digelar lomba karawitan, silat, dongkrek, hingga drumband. Ada pula parade atau festival gembrung, ketoprak, dan wayang di Alun-alun Reksogati dan Pendapa Ronggo Djumeno. ‘’Supaya anak-anak menjadi siswa berkarakter dan memiliki profil pelajar Pancasila,’’ pungkasnya. (odi/isd/*)

Editor : Mizan Ahsani
#siswa baru #Kabupaten Madiun #mpls #siti zubaidah #pendidikan #Disdikbud