MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Madiun enggan buru-buru menentukan tiga nama calon penjabat (Pj) bupati yang bakal diusulkan ke pimpinan dewan. Mayoritas masih menunggu masukan partai. ‘’Fraksi kan kepanjangan tangan dari partai. Jadi, partai lah yang punya kewenangan,’’ ujar Ketua Fraksi PKB Slamet Rijadi kemarin (27/7).
Saat rapat banmus, Slamet justru meminta adanya surat resmi dari sekwan ke pimpinan partai terkait pengusulan Pj bupati. ‘’Seyogyanya konfirmasi ke Mbah Tarom (Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun Muhtarom, Red) langsung atau sekretaris DPC Pak Nuryanto,’’ katanya terkait kandidat Pj bupati usulan Fraksi PKB.
Sikap serupa ditunjukkan Fraksi Nasdem. Fraksi tersebut juga masih menunggu instruksi partai. ‘’Terkait permintaan usulan Pj bupati sudah kami sampaikan ke partai. Mungkin Sabtu (29/7) hasilnya sudah didapatkan. Nanti disampaikan bersamaan rapat di dewan,’’ tutur Ketua Fraksi Nasdem Gunawan.
Hanya, Gunawan memberikan sedikit bocoran. Tontro Pahlawanto yang saat ini menjabat sekretaris daerah (sekda) hampir pasti masuk usulan kandidat Pj bupati. Tontro Pahlawanto disebutnya satu-satunya pejabat di lingkup Pemkab Madiun yang memenuhi syarat. ‘’Tapi, nanti kami tetap ajukan tiga nama. Ini masih menunggu instruksi partai,’’ ucapnya.
Sementara itu, Fraksi Gerindra lebih terbuka. Ketua Fraksi Gerindra Lely Herdyarini mengaku fraksinya hanya memiliki satu kandidat, yakni Tontro. Nama itu dinilai satu-satunya yang memenuhi syarat sesuai aturan dalam permendagri. ‘’Beliau (Tontro, Red) tahu betul arah kebijakan pembangunan Kabupaten Madiun,’’ katanya. ‘’Selain itu tidak ada calon,’’ imbuhnya.
Sayangnya, tiga fraksi lainnya yakni Fraksi Demokrat Persatuan, PDI-P, dan Golkar Nurani Sejahtera belum bisa dikonfirmasi. Baik saat didatangi di kantor maupun melalui sambungan telepon dan pesan singkat. (odi/isd)
Editor : Mizan Ahsani