Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kreatifnya Warga Sidomulyo Madiun Bikin Pot dari Serabut Kelapa, Pemasaran Lintas Pulau!

Mizan Ahsani • Senin, 25 Desember 2023 | 01:00 WIB

 

OLAH LIMBAH: Suyati menunjukkan pot sabut kelapa hasil produksinya dengan teman Pokja PKK. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)
OLAH LIMBAH: Suyati menunjukkan pot sabut kelapa hasil produksinya dengan teman Pokja PKK. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu menjadi awal Suyati dkk lebih produktif menambah pundi-pundi cuan.

Bersama lima kawan di kelompok PKK, warga Madiun ini mengolah limbah serabut kelapa menjadi pot. Pecinta produknya tak hanya dalam kota namun juga dari Malang hingga Makassar.

Saat ditemui, enam ibu-ibu sedang memukul-mukul tumpukan serabut kelapa hingga hancur di ruang depan rumah kayu milik Suyati.

Di samping kanan kirinya juga terdapat jaring kawat yang sudah dibentuk.

“Ini nanti serabut kelapanya dimasukkan ke kerangka kawat yang berbentuk pot itu,” ujar Suyati, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri tersebut.

Pemanfaatan limbah serabut kelapa itu sudah dilakoni Suyati dan teman-temannya sejak awal pandemi Covid-19, tepatnya akhir 2019 lalu.

Itu seiring kegiatan yang berubah serba online dan di rumah. Akhirnya muncul ide kerajinan pot serabut kelapa guna mengisi waktu luang di rumah.

“Ketika mulai dipromosikan, tidak menyangka banyak yang suka, akhirnya jadi penghasilan tambahan,” terang perempuan berusia 44 tahun itu.

Suyati menyebut produknya lebih tebal dibanding buatan pabrik. Sebab, serabut kelapa yang digunakan masih ada tekstur kasar dan tidak sehalus ketika dihancurkan dengan mesin khusus.

Hal itu membuat air lebih banyak tertampung dan terserap di sabut kelapa dibanding serabut kelapa yang halus.

Sementara untuk bentuk pot sendiri, lebih banyak by request pelanggannya dibanding membuat katalog tertentu.

“Jadi kami juga menampung kreativitas bentuk yang diinginkan pelanggan seperti apa,” beber guru di salah satu TK di Wonoasri tersebut.

Dalam sehari, mereka memproduksi hingga 25 pot berbagai bentuk. Pemasaran dilakukan hanya berbekal posting produk di media sosial dan grup asosiasi UMKM di Madiun.

Berkat kreativitas para ibu-ibu tersebut, produknya banyak digemari pelanggan hingga kerap ikut pameran produk UMKM.

“Sering dapat pesanan sampai 100 buah dari Bali, Malang, hingga ada yang pesan ukuran dan bentuk khusus dari Makassar. Kalau pelanggan tetap itu dari Kare dan Magetan,” jelasnya.

Suyati menjual pot tersebut mulai Rp 15 ribu hingga Rp 85 ribu per buah. Itu disesuaikan dengan tingkat kesulitan dalam pembuatannya dan bentuk serta ukurannya.

Kini setelah kembali bekerja secara normal, Suyati dkk hanya menerima pesanan yang itu dikerjakan malam hari setelah sepulang bekerja.

“Sebulan bisa sekitar 500 buah pot berbagai bentuk mulai dari kerucut, tabung, turus, love. Kebanyakan pelanggan yang pesan itu penjual bunga,” imbuhnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#serabut kelapa #limbah #pot #madiun #pkk