MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – KPU Kabupaten Madiun seakan berkejaran dengan waktu menyiapkan logistik jelang pemungutan suara Pemilu 2024.
Setelah merampungkan pelipatan surat suara, kini giliran penyetingan logistik pemilu yang mulai dikerjakan 27 Januari lalu.
Hingga, Senin (29/1) kemarin, sudah 75 persen penyetingan telah dirampungkan. Hanya menyisajkan lima kecamatan.
"Secara jadwal tinggal Mejayan dan Saradan besok (hari ini, red), dan Dagangan, Dolopo serta Kebonsari pada akhir bulan ini, karena memang deadline kami 31 Januari rampung,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Madiun Ali Nur Wahyudi.
Upaya menata logistik pemilu tidak dilakukan petugas KPU saja, tapi juga seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) di Kabupaten Madiun.
Penataan meliputi semua kebutuhan logistik yang dibutuhkan setiap tempat pemungutan suara (TPS) saat pencoblosan mendatang.
"Jadi ini menyeting surat suara, sampul, plano, tinta dan lain sebagainya dimasukkan dalam kotak suara per TPS,” katanya.
Data KPU, Bumi Kampung Pesilat memiliki 2.253 TPS yang tersebar di 206 desa/kelurahan.
Sedangkan jumlah pemilih aktif yang terdapat di daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 577.494 pemilih.
Terdiri dengan 282.559 pemilih laki-laki dan 294.935 pemilih dari kalangan perempuan.
"Untuk kebutuhan surat suara ini masing-masing TPS secara regulasi kami lebihkan 2 persen dari total kebutuhan DPT-nya,” jelasnya.
Selepas ditata, paket logistik pemilu itu bakal didistribusikan mulai 10 Februari nanti.
Alurnya 10 sampai 11 Februari diserahkan ke PPK, kemudian 12 Februari akan disalurkan pada masing-masing PPS.
13 Februari dari PPS mendistribusikan ke setiap TPS untuk pencoblosan 14 Februari.
“Dalam pendistribusiannya nanti tetap akan dikawal ketat petugas dari Polri dan TNI, dan sementara penyimpanan logistik yang sudah dipacking tetap di Gedung Korpri ini sampai masuk jadwal distribusi ke PPK mendatang,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Budhi Prasetya