MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi berburu takjil berlangsung saat Ramadan. Seperti terlihat di Mejayan, Kabupaten Madiun.
Warga setempat rela antre panjang dan lama demi takjil berupa sop buah yang tengah viral belakangan di media sosial (medsos).
Bahkan ratusan kemasan sop buah, salad buah, dan bakaran langsung ludes dalam waktu kurang dari dua jam.
“Ini sistemnya pesan dulu, datang tinggal ambil. Tapi ternyata banyak yang pesan jadi rame dan lama antrenya panjang,” ujar salah seorang pembeli Riski Sujiati, Sabtu (16/3).
Sebenarnya, Riski sudah melakukan pemesanan awal melalui pesan singkat sebelum akhirnya datang untuk mengambil takjil tersebut.
Namun dia tetap menunggu satu jam agar pesanan bisa dibawa pulang.
‘’Meski harus antre, rasanya sepadan. Enak dan tahan lama selama langsung disimpan di lemari es, apalagi harganya terjangkau dan viral di media sosial,” terangnya.
Penjual sop buah Vemey Dariyati mengaku selama Ramadan ini permintaan dagangannya meningkat drastis.
Bahkan pada satu hari, dia menyediakan sembilan bok dengan berbagai varian dan isi rata-rata 70 sampai 80 pieces per boknya.
Adapun varian produk yang dijualnya mulai dari sop buah, salad buah, dan bakaran.
“Biasanya itu hanya bawa empat sampai lima bok, puasa ini jadi naik sampai hampir dua kali lipat, maksimal 9 bok,” katanya.
“Harga kisaran Rp 15 ribu sampai Rp 38 ribu tergantung ukuran kemasan,” lanjut Vemey.
Vemey menjual produknya secara online melalui siaran langsung di medsos.
Kemudian pembeli bisa memesan melalui aplikasi pesan dan mengambil langsung di lapak sesuai dengan jadwal Vemey mengunjungi wilayah tersebut.
“Biasanya di Caruban dan Nganjuk, untuk Caruban ini kami seminggu tiga kali. Omzet bersih Rp 1,5 juta, kalau Ramadan perkiraan bisa dua kali lipatnya,” pungkas Vemey. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani