MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kreativitas warga Bumi Kampung Pesilat tak ada matinya.
Ratih Yuni Kartika, warga Perumahan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Madiun memanfaatkan dedaunan dan bunga di sekitar rumah sebagai bahan motif kain batik dan handcraft ecoprint.
Karyanya pun telah mejeng di sejumlah pameran tingkat provinsi maupun nasional.
Saat dijumpai di rumahnya, Ratih Yuni Kartika tampak luwes menata satu per satu daun dan bunga yang telah diberi pewarna pada selembar kain putih.
Setelah tertata, diambilnya kain putih lain lalu dibentangkan menutupi tatanan daun-bunga tersebut.
Kemudian dipukul-pukul daun dan bunga itu agar mengeluarkan warna pada kedua kain putih tersebut.
“Teknik ini namanya Iron Blanket,” ujar warga Perumahan Mojopurno, Kecamatan Wungu itu.
Perempuan 50 tahun itu sudah hampir empat tahun terakhir ini menjadi perajin ecoprint.
Bermula dari hanya menekuni kerajinan seperti membuat tas dari kanvas, dan goni.
Pada 2020 saat booming adanya batik ecoprint, dia pun tertarik belajar.
“Pertama ikut pelatihan dari komunitas dan pemerintah, lama-lama belajar dan praktik sendiri,” kata ibu dua putri tersebut.
Berstatus sebagai ibu rumah tangga, Ratih pun semakin leluasa bereksperimen. Hingga jiwa membuat handcraftnya kembali membara di tengah fokus belajar ecoprint.
Dia juga berinovasi dengan menjadikan batik ecoprintnya sebagai bahan handcraft.
“Saya buat macam-macam, seperti tas, dompet, syal, topi, sampai kerja sama dengan teman buat sepatu kulit sapi ecoprint,” bebernya. “Terbaru ini mau mengembangkan ke pakaian,” lanjut Ratih.
Handcraft ecoprint karyanya ternyata banyak diminati warga Madiun. Pelanggannya pun tak hanya seputaran Provinsi Jatim, tapi juga sampai ke luar Pulau Jawa seperti NTB hingga Jambi.
Produknya kerap menjadi langganan ikut pameran, even, dan bazar UMKM di tingkat kota, provinsi hingga nasional mewakili produk lokal Kabupaten Madiun.
“Paling dicari itu syal, tas dan topi. Sekali pameran atau even bisa bawa 10 buah per jenis produk,” sebutnya.
Dalam sehari, Ratih bisa memproduksi empat lembar kain ecoprint.
Soal harga, Ratih membandrol variatif tergantung produk, mulai harga Rp 65.000 per lembar sampai sekitar Rp 250.000 per lembar kain ecoprint.
“Kalau ramai, sekali pameran itu bisa mencapai omzet Rp 4 juta, belum termasuk penjualan di luar pameran lainnya,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani