Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dua Desa Lestarikan Tradisi Leluhur: Jamasan 17 Pusaka di Sewulan, Kirab Tumpeng di Sirapan

Loditya Fernandes • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 13:00 WIB
SAKRAL: Belasan pusaka Desa Sewulan dijamas di Pendopo Raden Soekotjo, Jumat (2/8). (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)
SAKRAL: Belasan pusaka Desa Sewulan dijamas di Pendopo Raden Soekotjo, Jumat (2/8). (LODITYA FERNANDEZ/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan terjaga kelestariannya.

Itu terbukti dengan digelarnya jamasan pusaka meliputi mata tombak, keris dan benda peninggalan lainnya di Pendopo Raden Soekotjo, Jumat (2/8).

Kegiatan tersebut diikuti pemdes dan seluruh lembaga maupun organisasi desa.

‘’Selain melestarikan tradisi, juga membersihkan fisik pusaka dan secara spiritual membersihkan segala noda dan kesalahan dalam diri pemiliknya. Tradisi ini diakhiri tasyakuran, harapannya setelah dijamas maka yoni yang dimiliki kembali hidup,’’ ungkap Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Desa Sewulan Muhammad Baidowi.

Sejatinya, pusaka yang dimilik Desa Sewulan jumlahnya puluhan.

Lantaran keterbatasan waktu, hanya 17 pusaka yang dijamas. Seluruhnya milik pendiri perdikan Desa Sewulan.  

Yakni Raden Mas Bagus Harun juga dikenal sebagai Kiai Ageng Basyariyah atau Syekh Sewulan.

Beliau disebutnya pemangku wilayah setelah babat Perdikan Sewulan pada 1743 masehi. ‘’Acara tradisi jamasan pusaka peninggalan leluhurnya dilestarikan hingga saat ini,’’ tambahnya.

Selama ini Pendopo Raden Soekotjo selalu dijadikan lokasi jamasan lantaran dulunya menjadi pusat pemerintahan pada masa zaman perdikan. Lokasi tersebut disebutnya keprabon.

Tempat penguasa atau Ki Ageng dan penyimpanan benda pusaka. Tradisi jamasan digelar setiap Muharram yang bagi bangsa Jawa dianggap sakral dan penuh berkah.

Biasanya dilaksanakan Selasa Kliwon atau Jumat Legi. ‘’Kalau jamasan ini tadi tepat digelar Jumat Legi,’’ tuturnya. 

Kades Sewulan Heru Susanto menjelaskan, kegiatan jamasan menjadi agenda rutin desanya. Pun menjadi budaya dengan digelarnya kirab yang dinamani Grebeg Sewulan.

‘’Kedepannya kami ingin kembalikan prosesi jamasan agar nuansanya seperti zaman dulu, termasuk ada kuda dan lainnya,’’ ungkapnya. 

Sementara itu, di Desa Sirapan, Kecamatan Madiun digelar Kirab Tumpeng Boga Yotro dalam rangka nyadranan atau bersih desa saat Sura.

Isi tumpeng nasi, uang, dan hasil bumi. Setelah dikirab, tumpeng tersebut menjadi rebutan warga.

Tujuan kegiatan ini merupakan penguatan tradisi dan tolak bala. ‘’Ini sudah menjadi tradisi tahunan di sini. Harapannya warga mendapatkan berkah dan desa semakin sejahtera,’’ ujar Herry Supramono, warga setempat. (odi/ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#jamasan #kirab tumpeng #sewulan #Pusaka #desa #madiun