Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ada Puluhan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Madiun, Pemkab Beberkan Masalahnya

Dian Rahayu • Rabu, 21 Agustus 2024 | 02:00 WIB
WASPADA: Tercatat puluhan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Magetan mulai Januari sampai September 2023. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
WASPADA: Tercatat puluhan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Magetan mulai Januari sampai September 2023. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan warga Kabupaten Madiun menjadi korban kekerasan anak dan perempuan selama tujuh bulan terakhir.

Hal ini terungkap dari tren naiknya laporan kasus kekerasan yang diterima Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).

Kabid Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, DPPKBP3A Kabupaten Madiun Yeni Mayawati menyebutkan pada dua bulan terakhir terjadi peningkatan kasus kekerasan hampir 100 persen.

Jika per Mei sudah ada 12 kasus kekerasan anak dan perempuan yang ditangani.

Akumulasi per awal Agustus kemarin sudah ada 22 kasus yang terlaporkan.

"Untuk korban terdiri ada 19 anak-anak dan enam perempuan dewasa, total 25 orang," ujarnya.

Dia menjelaskan, kasus kekerasan seksual paling banyak, yakni mencapai 10 laporan.

Kemudian, ada kekerasan fisik enam kasus dan enam kasus jenis lainnya seperti anak perilaku menyimpang, kecanduan ponsel pintar, perempuan perilaku menyimpang, hingga tekanan mental.

"Untuk fisik ini yang orang dewasa mayoritas KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), sedangkan untuk anak-anak ini perkelahian," rincinya.

Jumlah laporan kasus kekerasan tersebut mulai mendekati angka di sepanjang tahun lalu (39 kasus).

Meski demikian, pihaknya menilai hal ini menjadi indikasi baik karena tingkat kesadaran masyarakat dalam melaporkan tindak kekerasan di lingkungan sekitar mulai nampak.

Baca Juga: Pendaftaran Seleksi CPNS Kabupaten Madiun Resmi Dibuka, Ini Pengumuman Selengkapnya

"Tentu harapannya tingkat kekerasan turun, namun bagus juga jika banyak terlaporkan karena bisa langsung mendapat tindakan pendampingan yang dibutuhkan, yang bahaya jika ada kasus tapi tidak terlaporkan maka tidak bisa kami tangani si korban," tuturnya.

Tingginya angka kekerasan juga dialami di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data DP3AK Jatim, pada 2023 tingkat kekerasan anak sebanyak 1.531 kasus, meningkat dibanding tahun sebelumnya masih di 1.362 kasus.

Sedangkan untuk kekerasan perempuan tahun lalu naik di 972 kasus dari 2022 masih di 968 kasus. (ryu/aan)

Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Madiun (Awal Agustus 2024)

22 kasus total kekerasan yang ditangani

19 kasus pada kalangan anak-anak

6 kasus pada kalangan dewasa/perempuan

25 orang korban akibat kasus kekerasan

Editor : Mizan Ahsani
#kekerasan #kasus #data #anak #madiun #perempuan