MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Elisabeth Agcira Rosari deg-deg-ser. Untuk kali pertama Elisabeth memandu Presiden RI.
Itupun di momen bersejarah. Penurunan bendera merah putih peringatan HUT RI di Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Di acara tersebut, ia bertugas sebagai salah satu pembawa acara penurunan bendera.
Agar tidak keliru, langkah demi langkah orang nomor satu di tanah air itu diperhatikan dengan seksama.
Mulai menuju mimbar hingga upacara selesai.
‘’Itu jadi momen paling mendebarkan. Pertama kalinya bertugas memberikan guide presiden. Makanya harus hati-hati jangan sampai salah,’’ tutur Elisabeth.
Gadis asal Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Madiun, itu tidak pernah menyangka mendapatkan kesempatan tersebut.
Prosesnya panjang dan ketat. Elisabeth sejak dua tahun bertugas di Mabes TNI-AU.
Jabatan terakhirnya staf Subdis Tanda Kehormatan Veteran (Tahorvet) dengan pangkat serda.
Bersamaan dibukanya seleksi pembaca acara matra udara, Elisabeth pun ambil bagian.
‘’Biasanya memang ada seleksi dengan sistem kontrak satu tahun,’’ beber, Duta Pariwisata Kabupaten Madiun 2017 itu.
Elisabeth yang lolos, akhirnya diikutkan seleksi pembaca acara pengibaran dan penurunan bendera peringatan HUT ke-79 RI yang rencannya digelar di IKN dan Istana Negara Jakarta.
Seleksi diikuti 12 peserta yang berasal dari empat matra meliputi matra udara, darat, laut dan Polri.
Antara Maret dan April tes suara, psikologi, hingga kesehatan pun dijalani untuk menentukan empat orang terpilih.
Elisabeth sempat minta doa kedua orang tuanya Agus Suprijanto dan Yustina Ratri Cahyani.
‘’Saat H-2 dikasih tahu mewakili matra udara ke IKN langsung deg-degan karena membawakan acara upacara tingkat nasional dan diikuti presiden,’’ tambahnya.
Rasa deg-degan itu wajar. Sejak awal Elisabeth memang tidak bertugas sebagai pembawa acara.
Baru-baru saja usai mengikuti seleksi di matra udara tempatnya bertugas. Acara yang dibawanya pun baru sebatas dihadiri kepala staf.
Rahasia Elisabeth Jaga Kesehatan dan Kondisi Suara
Untungnya, gadis kelahiran 15 Juli 2000 itu sudah punya persiapan.
Sejak sebulan terakhir dia rutin mengkonsumsi kencur seban harinya.
Utamanya saat akan latihan. Sesuai rekomendasi senior dan kenalannya pembawa acara dan penyanyi, bumbu dapur itu ampuh menjernihkan suara.
‘’Selain itu libur makan gorengan dan minum es,’’ tuturnya.
Usaha yang dilakoninya tidak sia-sia. Alumnus SMAN 1 Mejayan itu sukses menjadi pembawa acara upacara penurunan bendera peringatan HUT ke-79 RI.
Setelahnya, notifikasi di handphone Elisabeth ramai berbunyi.
Bukan hanya like dan comment, tetapi juga dari direct message akun Instagramnya.
Jumlah pesan masuk mencapai ratusan. Uniknya, ada yang datang dari tetangga, adik kelas, hingga teman SD.
‘’Tidak nyangka banyak yang masih ingat,’’ ungkapnya.
Isi pesannya beragam. Kebanyakan mengucapkan selamat. Ada juga yang menyebut wajahnya ‘mangklingi’.
Melihat pesan-pesan itu, Elisabeth bangga.
Banyak yang menontonnya tampil sebagai pembawa acara upacara penurunan bendera pada peringatan HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN).
‘’Melihat DM yang masuk ternyata yang nonton banyak juga,’’ tambahnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani