MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Meski berasal dari Desa/Kecamatan Dolopo dan bukan benua eropa, Fernando Pratama dianugrahi mata biru terang.
Berkat warna mata itu, namanya viral di kalangan penggemar anime.
Sosok anak Madiun tersebut disamakan dengan karakter Gojo Satoru di anime Jujutsu Kaisen.
Ajakan foto kerap diterima Fernando Pratama beberapa hari terakhir.
Itu setelah video buatan mentor bimbel bahasa inggrisnya di sekolah viral.
Dalam video, Nando –sapaan akrab Fernando Pratama- disebut mirip dengan karakter Gojo Satoru di anime Jujutsu Kaisen.
Sama-sama punya mata biru. Yang membedakan hanya pada kemampuan six eyes.
Nando tidak bisa membaca aliran energi terkutuk layaknya Gojo.
‘’Iya, setelah video viral banyak yang minta foto,’’ ungkap siswa kelas IV SDN Dolopo 01 itu.
Mata biru ala Gojo Satoru itu bawaan dari lahir.
Meski berbeda dibandingkan mata orang kebanyakan, hingga usianya yang menginjak 10 tahun pada 3 November nanti tidak ada keluhan sama sekali.
Saat siang hari, cahaya terik sekalipun matanya normal.
Begitupun saat malam hari.
‘’Nggak ngrasa apa-apa. Ya biasanya aja rasanya,’’ tambahnya.
Cerita Kelahiran Nando
Wasik dan Pujiati, orangtuanya pun tidak menyangka buah hatinya itu bakal memiliki mata biru.
Awalnya Nando justru dikira mengalami kebutaan. Maklum, Nando lahir prematur.
Maju dua minggu dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) lantaran pecah ketuban.
Saat lahir, tubuhnya sangat mungil sampai-sampai perlu diinkubator. Sedangkan matanya berwarna putih pucat.
‘’Kata dokter matanya normal, tapi saat itu kami masih belum percaya melihat kondisinya,’’ beber Puji.
Puji baru percaya selang tiga bulan berikutnya. Warna mata Nando berubah kebiruan.
Wasik dan Puji tidak punya pikiran macam-macam selain menganggapnya sebagai mukjizat dan anugrah.
Keduanya memang tengah menanti-nanti momongan mengingat usia Puji yang sudah tidak muda. Sudah 36 tahun.
‘’Sampai-sampai rajin makan makanan bergizi dan dikasih vitamin juga,’’ tambah perempuan yang sekarang tinggal di Taiwan sebagai pekerja migran itu.
Lantaran sudah menganggap sebagai mukjizat dan anugerah, Wasik dan Puji tidak sampai mencari tahu penyebab mata biru Nando.
Terlebih, Nando tidak memiliki keluhan sama sekali.
Hingga kini pengelihatannya normal. Tidak buram, terlalu sensitif terhadap cahaya, berair dan lainnya.
‘’Kalau keturunan, kakek-nenek kami juga tidak ada yang mata biru. Semuanya juga asli Kabupaten Madiun,’’ tegasnya.
Dengan mata biru yang dimiliki anaknya itu, banyak tetangga yang menyebut Nando memiliki mata kucing.
Saat bertemu dengan orang baru, ada pula yang mengira anaknya dipakaikan softlens.
Meski berbeda dengan orang atau anak kebanyakan, untungnya Nando tidak dibully.
Yang ada teman-temannya, terutama yang perempuan justru tertarik dengan tampilan putra kelahiran 3 November 2014 lalu itu. ‘’Kebetulan anaknya pemberani,’’ imbuhnya. (odi)
Editor : Mizan Ahsani