MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Puluhan peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Madiun dinyatakan gugur.
Alasannya beragam. Ada yang terlambat datang dan ada juga yang tiak hadir tes SKD di Asrama Haji, Kota Madiun.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Madiun, pelaksanaan tes diikuti 1.943 peserta.
Sejumlah 1.469 peserta mengikuti tes SKD di Asrama Haji, sedangkan 474 peserta lainnya memilih mengikuti tes di lokasi lain.
Dari 1.469 peserta CPNS yang seharusnya mengikuti tes, sebanyak 63 peserta terlambat dan tidak hadir mengikuti tes. Mereka pun langsung dinyatakan gugur.
“Total peserta yang mengikuti tes kemarin (28/10) dan hari ini (29/10) sebanyak 1.406 peserta," ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun Heru Kuncoro,kemarin.
Meski terdapat peserta yang dinyatakan gugur, Heru memastikan tes SKD berjalan lancar.
Peserta juga langsung bisa mengetahui nilai yang didapat, setelah rampung mengerjakan soal tes yang meliputi tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP) berdurasi 100 menit itu.
“Selanjutnya tinggal pelaksanaan SKB (seleksi kompetensi bidang), nanti diambil tiga besar dari masing-masing formasi," tuturnya.
Heru turut menilai, beberapa peserta telah mendapatkan nilai memuaskan atau di atas ambang batas yang telah ditentukan masing-masing formasi.
Hasil itulah nanti yang akan menjadi bekal peserta CPNS untuk mengikuti seleksi selanjutnya.
“Dilihat dari nilainya, kemarin ada yang mencapai di atas 400, ada sekitar 20-30-an peserta per sesi. Mungkin yang nilainya di bawah ambang batas karena kurang latihan, karena yang nilainya bagus-bagus itu kalau kita dengar sering ikut latihan atau belajar buku-buku yang ada," ujarnya.
Seperti diketahui, nilai ambang batas yang ditentukan sejumlah 311, terdiri dari TWK 65, TIU 80 dan TKP 166.
Sedangkan nilai akumulatif tertinggi di angka 550, dengan rincian TWK 150, TIU 175, dan TKP 225. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani