MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Alokasi dana desa (ADD) 20 persen yang dikucurkan pemkab ke desa di Kabupaten Madiun berdampak signifikan.
Dari 198 desa yang ada, 135 diantaranya sudah berstatus mandiri.
Jumlahnya mengungguli indeks desa membangun (IDM) maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal di bawahnya.
Plt Sekdin DPMD Wawan Tri Juniarto menyebut dari 198 desa, 63 desa sisanya berstatus desa maju.
Selangkah lagi menuju desa mandiri.
Sedangkan desa berkembang, tertinggal, dan sangat tertinggi sudah tidak ada sama sekali. ‘’Hanya ada desa mandiri dan maju saja,’’ tuturnya.
Capaian itu dinilai meningkat pesat dibandingkan tahun lalu.
Dari informasi yang dihimpun, pertengahan 2023 lalu, desa berstatus mandiri baru 94 desa. Sedangkan desa maju 104 desa.
Pesatnya perkembangan desa di Bumi Kampung Pesilat tidak terlepas dari dorongan anggaran 20 persen untuk ADD ke desa dari APBD setiap tahunnya
‘’Penggunaannya sudah diatur dalam peraturan bupati (perbup) dengan fokus pemberdayaan masyarakat,’’ bebernya.
Sementara itu, impelementasinya beragam.
Melalui pelatihan dan pembinaan melibatkan organisiasi perangkat daerah (OPD) lintas sektoral, berbagai UMKM dengan packaging dan pemasaran yang bagus pun bermunculan di desa-desa.
‘’Berikutnya, badan usaha milik desa (BUMDes) dan desa wisata,’’ imbuhnya. (odi/aan)
Status IDM Desa
- Mandiri 135 desa
- Maju 63 desa
- Berkembang 0 desa
- Tertinggal 0 desa
- Sangat tertinggal 0 desa
- Total 198 desa