MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Tren sound horeg menjadi ladang uang bagi Rafli Eko Nurcahyo.
Bermodalkan kepiawaiannya merakit kompenen elektronik, usaha produksi miniatur sound horeg digelutinya selama empat bulan terakhir.
Saat ditemui, musik DJ progresive menyambut dari salah satu kios yang ada di belakang Pasar Dungus, Wungu.
Saat didekati, suara tersebut bukan dari suara speaker. Tetapi sound horeg. Hanya saja versi mungil berukuran sekitar 30 sentimeteran.
Miniatur sound horeg tersebut merupakan produk buatan Rafli Eko Nurcahyo.
‘’Produksi miniatur sound horeg ini sudah sekitar empat bulan terakhir,’’ ungkap Owner RQ Project Miniatur itu.
Sebelum menekuni usaha itu, Rafli bekerja di bengkel bubut di Malang. Lantaran menikah, suami dari Qotrun Nada itu mau tidak mau harus balik kampung ke Kabupaten Madiun.
Siapa sangka mencari kerja tidak mudah. Dia pun iseng merangkai miniatur sound horeg.
Bermodalkan ketrampilannya merangkai kompenen elekronik di SMK. ‘’Karena suka musik dulu sudah mulai merakit sound atau salon,’’ tambahnya.
Saat diposting di story WhatsApps, ternyata temannya kepincut. Sejak saat itu pemuda asal Desa Banjarsari Kulon, Dagangan mulai menekuni usaha produksi miniatur sound horeg.
Itu mengingat peluangnya yang besar. Usaha yang digandrungi di daerah Malang, Blitar dan Kediri itu diyakini belum ada di Bumi Kampung Pesilat.
‘’Akhirnya juga memberanikan diri buka kios juga,’’ tuturnya.
Isi kiosnya khusus produk miniatur sound horeg kreasinya dan spare part. Kios itu sekaligus jadi bengkel kerja Rafli.
Meski usaha yang dijalaninya baru seumur jagung, pesanan yang masuk terbilang lumayan.
Seminggu setidaknya ada dua pesanan miniatur sound horeg.
Pelanggan kebanyakan tahu dari media sosial (medsos).
Produknya memang kerap di posting grup-grup WhatsApps, Facebook dan juga di marketplace.
Sedangkan pembeli kebanyakan dari Madiun Raya, seperti Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi dan lainnya. ‘’Pernah juga dapat pesanan dari Malang,’’ imbuhnya.
Bandrol miniatur sound horeg buatan Rafli beragam. Untuk ukuran kecil Rp 165 ribu, sedang Rp 230 ribu, dan besar Rp 350 ribu.
Khusus yang besar bisa digunakan untuk karaoke ria lantaran disediakan microphone. Termasuk request foto anak atau gambar lainnya di truk sound horeg.
Meski baru hitungan bulan beragam pengalaman unik ternyata pernah dirasakan.
‘’Ada yang cuma tanya-tanya, ada juga cuma pesan box-nya saja sampai bingung kasih harga,’’ jelasnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani