MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Alokasi bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat Kabupaten Madiun dipastikan tidak terpangkas.
Meski saat ini pemerintah pusat maupun daerah gencar melakukan efisiensi anggaran. Kepastian ini disampaikan Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf.
‘’Seperti yang sudah saya sampaikan, tidak sama sekali terkena efisiensi. Malah presiden, kalau diperlukan akan ditambah,’’ ungkapnya, Jumat (21/2) lalu.
Hingga saat ini alokasi disebutnya tidak ada pengurangan sama sekali. Bahkan mulai dilakukan penyalurkan bansos untuk triwulan pertama.
Rencananya setiap tiga bulan sekali penyaluran bansos dievaluasi. Itu untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
‘’Kami juga akan target penerima manfaat maksimal lima tahun. Nantinya akan dievaluasi kecuali yang lansia dan penyandang disabilitas,’’ bebernya.
Gus Ipul –sapaan akrab Saifullah Yusuf- juga menyampaikan data bansos untuk Kabupaten Madiun.
Alokasi bansos tahun ini sebesar Rp 250 miliar yang diperuntukkan untuk 63.997 keluarga penerima manfaat (KPM).
Perinciannya, Rp 136 miliar bantuan sembako untuk 57.024 KPM.
Berikutnya, alokasikan anggaran Rp 88 miliar untuk bantuan program keluarga harapan (PKH) bagi 28.315 KPM.
Rp 24 miliar untuk bantuan permakanan bagi 2.925 jiwa dan Rp 1 miliar untuk bantuan Yatim-Piatu (Yapi) 433 jiwa.
‘’Kami ingin secepat mungkin terwujud penurunan kemiskinan ekstrem dan kemiskinan umum,’’ tegas Gus Ipul. (odi/aan)
Alokasi Bansos Kemensos
- Total Rp 250 miliar (63.997 KPM)
- Bansos Sembako Rp 136 miliar (57.024 KPM)
- Bansos PKH Rp 88 miliar (28.315 KPM)
- Bansos Permakanan Rp 24 miliar (2.925 jiwa)
- Bansos Yapi Rp 1 miliar 433 jiwa