MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Meningkatnya arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Madiun saat arus mudik dan balik lebaran mengakibatkan angka kecelakaan naik.
Selama hampir dua pekan, belasan kejadian laka lantas terjadi di ruas jalur mudik dan balik.
Kasatlantas Polres Madiun AKP Andrian Pratama menyebutkan selama Operasi Ketupat Semeru 2025, terdapat 17 kejadian kecelakaan di ruas jalan wilayahnya.
Dari belasan kejadian tersebut mengakibatkan seorang meninggal dunia, dan 26 orang alami luka-luka.
“Hanya satu kejadian laka maut, sedangkan korban lainnya mengalami luka dan kerugian material,” katanya saat dikonfirmasi Radar Madiun.
Dia menjelaskan, mayoritas kendaraan yang terlibat laka dari kalangan roda dua.
Penyebabnya utamanya lantaran kurang konsentrasi dari para pengemudi tersebut.
“Korban yang terlibat kecelakaan ini sama-sama, baik dari kalangan pengemudi maupun warga lokal,” ungkapnya.
“Sebenarnya kami sudah mengimbau untuk pemudik jika kelelahan bisa beristirahat dan kami sudah sediakan sejumlah pos pengamanan untuk pemudik,” lanjut Andrian.
Andrian menjelaskan, jalur yang kerap terjadi kecelakaan sesuai dengan pemetaan black spot wilayah Kabupaten Madiun.
Diantaranya ruas yang kerap terjadi kepadatan lalu lintas, seperti Nglames, Dumpil, Kaibon dan Mlilir.
“Sudah kami antisipasi dengan penjagaan petugas sehingga ketika ada kejadian langsung bisa ditangani dan tidak sampai berdampak kemacetan lalu lintas,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani