Jawa Pos Radar Madiun - Masa depan Madiun Umbul Square (MUS) mulai menemukan arah.
Setelah dihantam berbagai persoalan manajerial dan operasional, Pemkab Madiun berencana menyulap kawasan tersebut menjadi destinasi wisata dengan konsep baru: MUS rasa Mojosemi Forest Park.
Langkah awal dimulai lewat studi tiru ke Mojosemi Forest Park, Magetan, pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hari Wuryanto didampingi dengan pihak dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
“Kami ingin MUS menjadi destinasi luar biasa seperti Mojosemi. Karena itu kami gelar studi tiru dan rencanakan kolaborasi,” ujar Mas Hari Wur, sapaan akrab bupati, Sabtu (14/6).
Menurutnya, baik MUS maupun Mojosemi memiliki karakteristik yang serupa—kecuali pada lokasi.
Mojosemi berada di kawasan pegunungan, sedangkan MUS di dataran rendah yang justru memiliki keunggulan dalam hal aksesibilitas.
“MUS itu lebih mudah dijangkau. Tinggal dicari formulasi kerja sama antara BUMD kami dan pengelola Mojosemi agar cocok secara teknis dan bisnis,” imbuhnya.
Salah satu wahana yang menarik perhatian bupati adalah replika dinosaurus interaktif ala Jurassic Park yang dimiliki Mojosemi.
Dengan teknologi sensor dan penggerak listrik, atraksi ini mampu menarik pengunjung tanpa perlu biaya operasional tinggi seperti pemberian makan satwa.
“Hemat biaya, tapi tetap spektakuler,” katanya.
Mas Hari Wur menekankan, Pemkab hanya memberi rekomendasi arah dan kajian.
Sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), bupati menyatakan akan menyetujui konsep bisnis baru jika memang menjanjikan secara profit.
“Kalau hitungannya plus, plus, plus ya kami tinggal acc,” tegasnya.
Sebelumnya, MUS sempat menjadi sorotan akibat polemik penjualan satwa, kekosongan pengelola, serta lemahnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk itu, Pemkab Madiun kini menggandeng UNS Surakarta guna melakukan kajian menyeluruh terhadap manajemen dan model bisnis MUS ke depan. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto