Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Cabai Rawit di Madiun Tembus Rp 70 Ribu! Petani Sidorejo Raup Untung hingga 7 Kali Panen

Dian Rahayu • Sabtu, 5 Juli 2025 | 00:10 WIB

Petani di Desa Sidorejo, Kebonsari memanen cabai rawit yang kini harganya naik signifikan. FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN
Petani di Desa Sidorejo, Kebonsari memanen cabai rawit yang kini harganya naik signifikan. FOTO: DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN

Jawa Pos Radar Madiun – Harga cabai rawit terus meroket dalam beberapa pekan terakhir.

Di tingkat petani, harga sudah menyentuh Rp 60 ribu per kilogram.

Sementara di pasar, banderolnya tembus Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu.

Petani Desa Sidorejo, Kebonsari, Dana Raditya Permana menyebut kenaikan harga terjadi bertahap sejak awal panen.

“Awalnya Rp 30 ribu, lalu naik Rp 40 ribu. Sekarang sudah Rp 60 ribu untuk pengepul,” katanya, Jumat (4/7).

Dana mengungkapkan, ia menanam 1.400 pohon cabai dan sudah tujuh kali panen.

Sekali petik bisa menghasilkan 40–45 kilogram.

Kenaikan harga ini, menurutnya, menutup kerugian akibat serangan hama dan jamur yang sempat menurunkan hasil panen.

“Dulu cuma 30 kilo, tapi setelah perawatan rutin hasilnya membaik,” ujarnya.

Ia berharap harga bisa stabil tinggi agar petani bisa menikmati hasil maksimal.

Sebab, biaya perawatan tanaman cabai cukup besar, termasuk pembelian fungisida dan insektisida.

Sementara itu, pedagang di Pasar Dolopo Nurlina membenarkan harga cabai rawit tembus Rp 65 ribu hingga Rp 68 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai merah besar dan keriting masih stabil di kisaran Rp 25 ribu–Rp 30 ribu.

“Karena pasokan berkurang dari distributor, tapi permintaan tetap tinggi,” ucapnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#harga pangan #Pasar Dolopo #harga cabai #Cabai Rawit Naik #hama cabai #madiun #petani cabai