Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sejarah Kabupaten Madiun: Delapan Kali Pindah Ibu Kota, Dari Dolopo hingga Caruban

Dian Rahayu • Jumat, 18 Juli 2025 | 02:13 WIB

 

Caruban dengan bangunan Pendopo Ronggo Djoemono menjadi pusat pemerintahan yang baru untuk Pemkab Madiun.
Caruban dengan bangunan Pendopo Ronggo Djoemono menjadi pusat pemerintahan yang baru untuk Pemkab Madiun.

Jawa Pos Radar Madiun - Kabupaten Madiun menapaki usia ke-457 tahun besok (18/7).

Tak banyak yang tahu, daerah yang kini dikenal sebagai Bumi Kampung Pesilat ini telah delapan kali memindahkan pusat pemerintahan sejak era pendiriannya.

Sejarawan Akhlis Syamsal Qomar menyebut, hari jadi Kabupaten Madiun diambil dari momen pelantikan bupati pertama, Pangeran Timur atau Pangeran Ronggo Jumeno, yang terjadi pada 18 Juli 1568.

Kala itu, wilayah ini masih bernama Purabaya. Nama tersebut bertahan hingga penaklukan oleh Panembahan Senopati (Suta Wijaya) yang berhasil pada serangan ketiga.

’’Setelah itu, tampuk pemerintahan dilanjutkan oleh putri Pangeran Timur, yakni Raden Ayu Retno Dumilah,’’ ujar Akhlis, Kamis (17/7).

Dalam catatan sejarah, Madiun kemudian menjadi bagian dari Kasultanan Ngayogyakarta usai Perjanjian Giyanti tahun 1755.

Berbagai peristiwa penting terjadi di era ini. Salah satunya adalah pemberontakan Raden Ronggo Prawirodirjo III melawan kolonial Belanda pada 1810.

Bahkan, Kabupaten Madiun turut ambil bagian dalam Perang Diponegoro antara tahun 1825 hingga 1830.

Tak hanya sarat peristiwa heroik, Madiun juga dikenal dengan catatan unik: sering berpindah pusat pemerintahan.

Tercatat, ada delapan lokasi yang pernah menjadi pusat pemerintahan kabupaten (selengkapnya lihat grafis).

Kini, Pendapa Ronggo Jumeno di Caruban berdiri sebagai simbol pusat kekuasaan Kabupaten Madiun modern.

Tak hanya menandai era administratif baru, tapi juga menjadi penanda sejarah panjang tentang pemerintahan yang terus bertransformasi. (ryu/her)

SEJARAH TITIK PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN MADIUN

  1. Ngurawan (Dolopo) – Merupakan titik awal pusat pemerintahan di era awal berdirinya Purabaya.
  2. Sogaten – Menjadi simbol dimulainya era Islam Purabaya.
  3. Kuncen, Taman (Kota Madiun) – Menjadi pusat selanjutnya sebelum berpindah lagi.
  4. Kranggan, Geger – Pusat pemerintahan di masa Ronggo Prawirodirjo I pasca Perjanjian Giyanti.
  5. Maospati, Magetan – Dipilih oleh Ronggo Prawirodirjo III sebelum gugur.
  6. Pangongangan, Kota Madiun – Menjadi lokasi pendapa Muda Graha setelah kepergian Ronggo Prawirodirjo III.
  7. Taman, Kota Madiun – Menjadi pusat pemerintahan sementara hingga awal 2000-an.
  8. Caruban – Ditetapkan sebagai ibu kota terakhir sejak era Bupati Muhtarom.
Editor : Hengky Ristanto
#sejarah madiun #pusat pemerintahan #hari jadi Kabupaten Madiun #Kabupaten Madiun 457 tahun #dolopo #caruban #ibu kota Madiun #Pangeran Ronggo Jumeno #Perjanjian Giyanti