Jawa Pos Radar Madiun – Hasil akhir seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Pemkab Madiun diumumkan.
Sebanyak 12 kandidat terbaik lolos uji kompetensi dan wawancara yang digelar di Solo, 8–10 September lalu.
Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun Heru Kuncoro merinci tiga nama terbaik untuk masing-masing empat kursi kepala OPD yang kosong.
Untuk kepala Bakesbangpol: Dodi Setyawan (Camat Saradan), Hestu Wiradriawan (Sekretaris Bankesbangpol), dan Tarnu Ashidiq (Camat Kebonsari).
Posisi kepala Dinas Kesehatan diisi Ali Murtadlo (Kabid Penunjang RSUD Caruban), Heri Setyana (Kepala Puskesmas Saradan), dan Widya Wardani (Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes).
Untuk kepala DPUPR ada Boby Saktia Putra Lubis (Kepala Pelaksana BPBD), Eko Budi Hastanto (Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH), dan Slamet Wiyono (Kabid Penataan Ruang DPUPR).
Sedangkan kandidat kepala Dikbud adalah Agus Sucipto (Kepala SMPN 1 Mejayan), Minarti (Kepala SMPN 3 Mejayan), dan Nur Arief Indrokaryoto (Kabid Pembinaan SD Dikbud).
Heru juga mengungkap peserta yang tidak lolos. Di antaranya Rucama Tunggul Kusyowo (Kepala Puskesmas Gantrung) untuk posisi kepala Dinkes, serta Ririn Afidah (Kepala SDN Sangen 1) untuk posisi kepala Dikbud.
“Untuk posisi kepala Bakesbangpol yang tidak lolos ada Eko Budi Hastanto, tapi nama beliau masuk tiga besar kandidat kepala DPUPR,” jelasnya.
Selanjutnya, tiga nama terbaik sudah direkomendasikan ke Bupati Madiun selaku PPK untuk dipilih.
“Setelah dipilih, nantinya akan diajukan ke BKN untuk mendapat persetujuan pengangkatan atau pelantikan sebagai JPTP,” tandas Heru. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto