Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

741 Warga Kabupaten Madiun Positif TBC, Mejayan Jadi Daerah Tertinggi

Dian Rahayu • Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:10 WIB
Petugas Dinkes Kabupaten Madiun melakukan skrining dan pemeriksaan dahak keliling guna mendeteksi kasus TBC sejak dini. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Petugas Dinkes Kabupaten Madiun melakukan skrining dan pemeriksaan dahak keliling guna mendeteksi kasus TBC sejak dini. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit tuberkulosis (TBC).

Hingga awal Oktober 2025, jumlah kasus positif di wilayah ini mencapai 741 penderita baru.

Angka itu baru 34 persen dari target nasional yang ditetapkan sebanyak 2.154 kasus positif tahun ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto menyebut tiga puskesmas menjadi penyumbang tertinggi kasus TBC tahun ini.

“Puskesmas Mejayan mencatat 189 kasus, atau 111 persen dari target 171 kasus,” ujarnya.

Urutan kedua, lanjutnya, ada Puskesmas Wungu dengan 119 kasus positif, setara 78 persen dari target 152 kasus.

Disusul Puskesmas Bangunsari dengan 77 kasus, atau 57 persen dari target 135 kasus.

“Tingginya angka ini bukan hanya karena penularan di wilayah kerja puskesmas tersebut, tapi juga ada limpahan pasien TBC dari rumah sakit yang ditangani puskesmas terkait,” jelas Dodik.

Menurutnya, sebagian besar penderita TBC di Kabupaten Madiun adalah dewasa berusia di atas 25 tahun.

Namun, anak-anak di bawah 15 tahun juga mulai banyak terdeteksi positif.

“Penularannya bisa dari orang tua, teman, atau kerabat dekat yang sering berinteraksi. Jadi tidak hanya dewasa yang rentan,” terangnya.

Untuk menekan penyebaran, dinkes gencar melakukan skrining dini melalui program mobile rontgen keliling, gerebek dahak, hingga cek PKG rutin di berbagai wilayah.

“TBC menular lewat udara, terutama dari droplet penderita aktif yang batuk atau bersin. Gejalanya batuk berdahak lebih dari dua minggu, lemas, berat badan turun, dan bisa nyeri dada,” paparnya.

Dodik mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.

“Pengobatan TBC di Kabupaten Madiun gratis di seluruh puskesmas, asalkan pasien rutin berobat minimal enam bulan tanpa putus,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#penyakit menular #pemeriksaan TBC #kesehatan masyarakat #Dinkes Kabupaten Madiun #pengobatan gratis #Puskesmas Mejayan #madiun #tbc madiun