Jawa Pos Radar Madiun – Senyum lebar terpancar di wajah para petani kacang hijau di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri.
Harga jual kacang hijau kini mencapai Rp22 ribu per kilogram, naik dua kali lipat dari harga sebelumnya Rp11 ribu.
Lonjakan harga ini membuat petani bisa menikmati hasil kerja keras mereka selama masa tanam yang cukup panjang.
“Alhamdulillah tahun ini harga naik dua kali lipat, jadi kami bisa menutup modal tanam dan upah panen,” ujar Muhalim, salah satu petani setempat, Rabu (22/10).
Cuaca yang bersahabat dan minimnya serangan hama membuat hasil panen tahun ini meningkat signifikan.
“Tahun lalu banyak tanaman rusak karena hama tikus, tapi sekarang hampir tidak ada kendala. Untuk panen kali ini bisa dapat sekitar 7,5 kuintal, lebih banyak dibanding tahun lalu,” ungkap Muhalim.
Kondisi cuaca yang stabil sejak awal tanam membuat tanaman tumbuh optimal.
Panen kali ini pun menjadi yang terbaik dalam dua tahun terakhir bagi petani palawija di wilayah Wonoasri.
Tingginya permintaan dari luar daerah turut mendorong kenaikan harga jual di tingkat petani.
Para tengkulak kini aktif mendatangi lahan untuk membeli hasil panen secara langsung.
“Pembeli datang sendiri, jadi kami tidak kesulitan menjual hasil panen,” tutur Warsini, petani lainnya.
Para petani berharap tren harga yang baik ini dapat bertahan hingga musim berikutnya agar pendapatan tetap stabil.
“Kami ingin harga tetap seperti ini supaya petani tidak rugi dan bisa terus menanam kacang hijau,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto