Jawa Pos Radar Madiun – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur mulai melakukan pemeriksaan terinci terhadap program dan kegiatan Pemkab Madiun.
Audit lapangan tersebut bakal berlangsung selama sebulan.
Hal itu terungkap dalam entry meeting antara BPK Jatim dan Pemkab Madiun di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, kemarin (18/11).
Pertemuan itu dipimpin Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, didampingi Sekda Tontro Pahlawanto, Inspektur, dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
’’Kalau sebelumnya administrasi, kali ini pemeriksaan terinci dengan turun langsung ke lapangan,’’ ujar Dokter Pur – sapaan Wabup Madiun.
BPK dijadwalkan berada di Kabupaten Madiun hingga 16 Desember.
Pemeriksaan fisik mencakup penelusuran program di berbagai OPD.
Karena itu, Dokter Pur meminta setiap kepala OPD mendampingi auditor selama proses berlangsung.
’’Kecuali ada kegiatan yang sangat urgent, saya harap kepala OPD tetap mendampingi karena mereka penanggung jawab program,’’ imbuhnya.
Dia menegaskan audit tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun.
Tahap administrasi sudah dipenuhi pemkab melalui inspektorat, sementara audit terinci dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan kondisi di lapangan.
’’Negara memang mengamanahkan BPK untuk melakukan audit administrasi maupun terinci,’’ jelasnya.
Pemeriksaan lanjutan ini difokuskan pada pengecekan langsung pelaksanaan kegiatan.
BPK tidak hanya menelaah berkas, tetapi juga melihat fisik program secara nyata.
’’Physically itu melihat langsung. Tidak hanya berkas, tapi ngecek di lapangan,’’ tuturnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto