Jawa Pos Radar Madiun – Polres Madiun bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Mejayan.
Satreskrim langsung mengamankan sisa makanan serta paket MBG yang belum dibagikan untuk diuji di laboratorium forensik.
Wakapolres Madiun Kompol Mukhamad Lutfi menyebut sejumlah sampel telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan ilmiah.
“Kasat Reskrim sudah mengambil beberapa sampel makanan untuk dilaksanakan uji ke laboratorium forensik,” ujarnya.
Selain penyitaan barang bukti, polisi juga melakukan pendataan kesehatan dan membantu evakuasi siswa ke fasilitas medis.
Sebagian besar siswa yang mengalami mual, pusing, dan nyeri perut sudah membaik.
Namun, delapan siswa masih harus menjalani observasi lanjutan di RSUD Caruban.
“Alhamdulillah sebagian besar sudah dinyatakan sehat,” tutur Lutfi.
Terkait kemungkinan langkah hukum atau rekomendasi penutupan sementara SPPG, polisi belum dapat mengambil keputusan.
Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam satu minggu.
“Kami belum bisa memastikan sampai hasil lab keluar. Semua akan dikoordinasikan dengan pihak berwenang,” tegasnya.
Polres Madiun juga memberikan peringatan keras kepada seluruh SPPG di Kabupaten Madiun untuk memperketat standar keamanan pangan.
Pemeriksaan bahan, proses produksi, hingga penggunaan alat check food wajib mengacu pada ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami imbau seluruh SPPG agar benar-benar melakukan check food, sehingga tidak terjadi hal yang sama,” pungkas Lutfi. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto