Jawa Pos Radar Madiun – Upaya regenerasi atlet di cabang olahraga (cabor) gantole Kabupaten Madiun belum membuahkan hasil.
Hampir sebulan membuka open recruitment untuk empat atlet baru – dua putra dan dua putri – minat masyarakat justru sangat minim.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran, Minggu (30/11), baru satu peserta yang resmi mendaftar.
Pengurus Cabor Gantole Kabupaten Madiun Yuana Putri Kurnia mengatakan belum mengetahui pasti penyebab sepinya pendaftar.
Meski demikian, sejumlah faktor dinilai turut memengaruhi minat calon atlet.
“Saat ini baru satu orang yang mendaftar, kami belum tahu pasti penyebab minimnya pendaftar,” ujarnya.
Yuana menilai citra gantole sebagai olahraga ekstrem menjadi salah satu alasan utama masyarakat ragu mencoba.
Selain itu, lokasi latihan rutin pun bukan di Kabupaten Madiun, melainkan di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember.
Faktor jarak dinilai menjadi kendala besar bagi peserta yang membutuhkan komitmen waktu dan biaya tambahan.
“Mungkin lokasi latihan yang jauh juga menjadi pertimbangan,” imbuhnya.
Regenerasi atlet gantole kini menjadi isu mendesak.
Saat ini cabor tersebut hanya memiliki tiga atlet aktif, sehingga pembinaan jangka panjang dikhawatirkan terhenti bila rekrutmen gagal memenuhi target.
Untuk itu, pengurus gantole membuka peluang memperpanjang masa pendaftaran jika sampai batas akhir jumlah pendaftar tidak mencukupi.
“Kami butuh regenerasi agar cabor ini tetap berjalan dan berkembang,” tegas Yuana. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto